Whoosh Tetap Aman di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

oleh -205 Dilihat

KILASJATENG.ID – Seluruh perjalanan Kereta Cepat Whoosh tetap beroperasi aman di tengah sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga Senin (7/9/2026), kondisi tersebut belum memicu gangguan terhadap perjalanan kereta cepat pada koridor Jakarta-Bandung.

Pengelola Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCIC) melakukan peningkatan pemantauan untuk memastikan seluruh perjalanan Whoosh berjalan aman dan lancar. Data operasional harian terus diperbarui sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan sarana dan prasarana.

Sebelum perjalanan penumpang pertama dimulai, petugas mengoperasikan KA Konfirmasi dari kedua arah. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau kondisi visual sekaligus memastikan jalur dan infrastruktur berada dalam kondisi aman untuk dilalui.

Pusat Kendali Operasi atau Operation Control Center (OCC) mencatat seluruh prasarana vital Whoosh berfungsi normal. Jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS) serta sistem persinyalan juga masih bekerja dengan baik.

Whoosh juga dilengkapi sistem otomatisasi yang akan memberikan notifikasi pengamanan apabila terdeteksi parameter abnormal di area lintasan. Dalam kondisi tertentu, sistem tersebut dapat melakukan penyesuaian kecepatan perjalanan secara mandiri sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang.

Baca Juga  Pemerintah dan BI Sepakati Kurs Rupiah Rp17.500 per Dolar AS untuk 2027

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, peningkatan pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi operasional armada tetap aman. Pengawasan berlapis melibatkan sejumlah unit, mulai dari operasi, keselamatan, hingga pengelolaan sarana dan prasarana.

“Berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, seluruh sarana dan prasarana Whoosh berfungsi normal dan tidak ditemukan kendala yang mengganggu perjalanan. Whoosh tetap beroperasi dengan aman dan normal dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama,” ujar Eva.

Laporan dari para masinis juga menunjukkan jarak pandang di sepanjang jalur perlintasan masih berada dalam batas normal. Untuk menjaga visibilitas pengemudi, rangkaian Whoosh dilengkapi perangkat pembersih kaca otomatis yang menggunakan semprotan air.

Pengawasan intensif dilakukan di sepanjang jalur kereta cepat yang memiliki panjang sekitar 142,3 kilometer. Jalur tersebut terdiri atas 82,7 kilometer struktur layang dan 42,78 kilometer jalur di atas tanah.

Selain itu, lintasan Whoosh melewati 13 terowongan dengan total panjang mencapai 16,82 kilometer. Pemeriksaan lebih difokuskan pada sejumlah area terbuka yang memiliki potensi lebih besar terpapar material abu vulkanik.

Baca Juga  Menyongsong Musim 2026–2027, Cosmo JNE FC Usung Tema "20th Supremacy, One Legacy" dan Kenalkan Skuad Baru

Tim teknis KCIC melakukan pemeriksaan terhadap kelayakan penyaring udara pada rangkaian kereta serta kamera pemantau perangkat pantograf. Pemeriksaan prasarana juga mencakup komponen isolasi, gardu listrik, peralatan persinyalan, hingga mekanisme seluruh wesel.

Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti mengimbau calon penumpang untuk tetap menjaga kesehatan selama beraktivitas, khususnya ketika berada di area terbuka.

KCIC juga menjalankan Volcanic Ash Risk Assessment dengan mengacu pada data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Penumpang diimbau menggunakan masker dan kacamata, terutama saat berada di area terbuka stasiun, serta menjaga kondisi kesehatan. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terkini melalui Contact Center serta media sosial resmi Whoosh,” kata Emir Monti.

Dengan pemantauan berlapis dan pemeriksaan rutin terhadap sarana maupun prasarana, KCIC memastikan operasional Whoosh tetap berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan di tengah kondisi sebaran abu vulkanik. (NQL)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News