Art Jewelry Fashion Show ISI Yogyakarta Tampil Berbeda, Angkat Isu Alam hingga Perempuan

oleh -18 Dilihat

KILASJATENG.ID- Mahasiswa Program Studi S1 Kriya, Jurusan Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menghadirkan gelaran art jewelry fashion show sebagai bagian dari tugas akhir semester mata kuliah perhiasan. Kegiatan tahunan ini tampil lebih serius dan artistik dengan mengusung konsep perhiasan sebagai karya seni yang sarat pesan.

Mata kuliah tersebut diampu oleh Dra. Titiana Irawani, M.Sn, Dr. Alvi Lufiani, M.F.A, serta Febrian Wisnu Aji, M.Sn. Dalam gelaran kali ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan perhiasan berbahan logam mulia seperti emas, perak, atau platinum, tetapi juga mengeksplorasi berbagai material alternatif, termasuk limbah dan bahan daur ulang.

Konsep tersebut menjadi nilai tambah karena karya yang dihasilkan tidak sekadar berfungsi sebagai aksesori, melainkan medium ekspresi artistik. Perhiasan diposisikan sebagai karya seni yang memiliki pesan sosial, budaya, hingga isu lingkungan.

Baca Juga  Spektakuler! 64 Model Asmat Pro Meriahkan 20 Tahun Phillip Iswardono di Yogyakarta

“Perhiasan tidak hanya dipandang sebagai objek jual beli di toko, tetapi juga sebagai karya seni yang bisa menyampaikan gagasan,” ungkap Dr Alvi Lufiani, M.F.A sebagai dosen pengampu.

Sebanyak 64 mahasiswa dari dua kelas terlibat dalam fashion show tersebut. Masing-masing mahasiswa menghadirkan tema yang beragam dan dipilih secara acak sesuai minat kreatif mereka. Ada karya yang terinspirasi dari biota laut seperti octopus, tema perempuan, hingga eksplorasi alam dan lingkungan.

Ketua panitia, Puri Alya Maharani, mengatakan antusiasme mahasiswa dalam menciptakan karya sangat tinggi. Menurutnya, mahasiswa kriya dari berbagai konsentrasi mulai dari metal, kulit, tekstil, keramik, hingga kayu berusaha menghadirkan pengalaman artistik yang berbeda melalui karya mereka.

Baca Juga  Usung Tema 'Harmony of Ocean', Mobil Hias Pelindo Memukau di Surabaya Vaganza 2026

“Teman-teman mencoba menghadirkan feel dan pengalaman baru dalam setiap karya yang ditampilkan. Jadi bukan hanya sekadar perhiasan biasa,” ujarnya.

Fashion show tersebut juga menjadi bagian dari proses penilaian tugas mahasiswa. Menariknya, sejumlah karya terpilih rencananya akan diikutsertakan dalam pameran FSRD pada rangkaian Dies Natalis mendatang.

Melalui gelaran ini, mahasiswa ISI Yogyakarta menunjukkan bahwa dunia kriya terus berkembang mengikuti isu kontemporer. Perhiasan kini tidak lagi terbatas pada nilai material, tetapi juga menjadi media komunikasi seni yang mampu menghadirkan pesan kreatif kepada publik.eativitas Tanpa Batas, Mahasiswa ISI Yogyakarta Sulap Limbah Jadi Perhiasan Fashion Artistik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News