KILASJATENG.ID – PT Pertamina (Persero) tercatat belum melakukan penyesuaian harga untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 92 atau Pertamax sejak Maret 2026. Meski sejumlah operator swasta mulai mengerek harga produk nonsubsidi mereka secara signifikan, harga Pertamax di seluruh SPBU Pertamina terpantau masih stabil di angka Rp 12.300 per liter.
Menanggapi fenomena ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pemerintah terus menjalin komunikasi dengan pengelola SPBU di Indonesia. Menurutnya, penyesuaian harga pada jenis BBM nonsubsidi adalah hal yang wajar jika kondisi pasar memang menuntut demikian.
Mengikuti Mekanisme Harga Pasar
Bahlil menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022, harga BBM umum atau nonsubsidi memang didesain untuk mengikuti fluktuasi harga pasar global.
“Saya berkomunikasi terus dengan teman-teman swasta, dan saya pikir mereka juga mempunyai kesadaran untuk melihat kondisi yang ada. Tapi kalau pada akhirnya kemudian penyesuaiannya sudah bisa dilakukan, saya pikir nggak ada masalah,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Ia menekankan bahwa konsumsi industri dan BBM nonsubsidi harus selaras dengan dinamika pasar yang ada agar keberlanjutan penyediaan energi tetap terjaga.
Perbandingan Harga Antar-Operator
Meskipun harga RON 92 di Pertamina dan beberapa operator swasta masih cenderung stabil, kenaikan tajam justru terlihat pada jenis BBM Diesel. Berikut adalah perbandingan harga terkini di beberapa SPBU:
1. Pertamina: Pertamax (RON 92) tetap di Rp 12.300/liter. Namun, produk nonsubsidi lainnya telah disesuaikan, seperti Pertamax Turbo (Rp 19.400), Pertamax Green (Rp 12.800), Dexlite (Rp 23.600), dan Pertamina Dex (Rp 23.900).
2. VIVO: Revvo 92 bertahan di Rp 12.390/liter. Lonjakan drastis terjadi pada Diesel Primus (CN 51) yang kini mencapai Rp 30.890/liter dari sebelumnya Rp 14.610.
3. BP: Menyesuaikan harga Ultimate Diesel (CN 51) menjadi Rp 30.890/liter. Sementara BP 92 masih dibanderol Rp 12.390/liter dan Ultimate (RON 98) di angka Rp 12.930/liter.
Strategi Menghadapi Tekanan Global
Stabilitas harga Pertamax di tengah lonjakan harga Diesel di operator lain menunjukkan adanya strategi manajemen harga yang berbeda di tiap perusahaan. Namun, dengan pernyataan Menteri ESDM tersebut, sinyal penyesuaian harga Pertamax di masa mendatang tetap terbuka lebar jika tekanan harga minyak dunia terus meningkat.
Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau perkembangan harga secara berkala melalui laman resmi masing-masing operator atau aplikasi penyedia informasi BBM. (PEZ)


