Aksi 943 Mahasiswa UIN Serentak Beli ETF Emas Sukses Pecahkan Rekor MURI

oleh -1 Dilihat
Penyerahan penghargaan Rekor MURI “Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Pertama yang Melakukan Transaksi Pembelian ETF Emas” dalam rangkaian puncak Bulan Inklusi Keuangan Solo Raya yang berlangsung di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Kabupaten Sragen, Sabtu, 24 Oktober 2026. (Foto: dok BEI Jateng II)
Penyerahan penghargaan Rekor MURI “Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Pertama yang Melakukan Transaksi Pembelian ETF Emas” dalam rangkaian puncak Bulan Inklusi Keuangan Solo Raya yang berlangsung di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Kabupaten Sragen, Sabtu, 24 Oktober 2026. (Foto: dok BEI Jateng II)

KILASJATENG.ID– Aksi pembelian ETF emas serentak oleh 943 mahasiswa di Fakultas UIN Raden Mas Said Surakarta, Jawa Tengah, Rabu 21 Oktober 2024, berhasil memecahkan rekor dan meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kategori “Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Pertama yang Melakukan Transaksi Pembelian ETF Emas.”

ETF Emas sendiri merupakan produk reksa dana yang aset dasarnya berupa emas fisik dan unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia layaknya saham.

Melalui ETF Emas, investor dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa harus membeli, menyimpan, maupun mengamankan emas fisik secara mandiri. Transaksi dapat dilakukan melalui aplikasi perdagangan saham yang terhubung dengan bursa selama jam perdagangan berlangsung.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi strategis antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Bursa Efek Indonesia (BEI) Jateng 2 dan Madiun Raya, dan Indo Premier Sekuritas (IPOT) tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan di Indonesia.

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof Dr H Toto Suharto mengatakan, kegiatan bersejarah ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 sekaligus mendukung program Bulan Inklusi Keuangan (BIK).

Baca Juga  Pajak Digital 9 November 2026 Belum Pasti, Airlangga Buka Suara

“Rekor ini bukan sekadar pencapaian institusional, melainkan representasi nyata dari kolaborasi berdampak (impactful collaboration) antara dunia pendidikan, regulator, dan industri pasar modal dalam menghadirkan inovasi edukasi keuangan yang aplikatif,” ujarnya.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari Kepala OJK Solo, Muhammad Mufid yang turut hadir. Menurutnya dengan transaksi bersama pembelian ETF Emas ini, mahasiswa bisa mengenal bahwa produk pasar modal tidak hanya saham, reksadana dan obligasi, tetapi ada ETF Emas juga. Ini akan jadi pengalaman baru bagi mahasiswa,”

“Kami memberikan apresiasi atas kolaborasi semua pihak atas terciptanya rekor dunia ini. Literasi yang baik tentu dilanjutkan dengan inklusi yang baik,” kata Mufid. 

Ditambahkan Kepala Kantor BEI Jateng 2 dan Madiun Raya, Muhammad Wira Adibrata mengatakan, pengecekan MURI cukup ketat dan dihitung berdasarkan transaksi dalam kurun waktu yang sudah ditentukan. 

“Berdasarkan waktu yang ditentukan dari 1.000 mahasiswa sebanyak 943 yang berhasil melakukan transaksi,” ungkapnya. 

Sementara itu, sebelum melaksanakan transaksi pembelian ETF Emas, sebanyak 1.000 mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mengikuti Sekolah Pasar Modal (SPM) dari BEI. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan literasi kepada mahasiswa sebelum melakukan transaksi. 

“Literasi dulu, inklusi kemudian. karena tanpa literasi investasi bisa berujung spekulasi. Ini penting agar mahasiswa membeli produk tidak fomo, tetapi bener bener paham baik dari sisi risiko maupun potensi keuntunganya,” Kata 

Baca Juga  Perluas Jangkauan dan Permudah Layanan, BCA Syariah Optimalisasi Aplikasi Mobile BSya 

Edukasi menghadirkan tiga narasumber dari lembaga yang berperan langsung dalam ekosistem pasar modal. Narasumber pertama, Candra Halim Ash Shiddiq dari OJK Solo, memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, pengenalan investasi, serta pentingnya berinvestasi secara bijak dan bertanggung jawab. Selanjutnya, Grace Putri Sejati, CSA, CFP, selaku Product Development 2 Senior Analyst Bursa Efek Indonesia, menyampaikan materi mengenai ETF Emas, karakteristik produk, serta mekanisme perdagangan instrumen tersebut di pasar modal. Sementara itu, Wisnu R. Putro selaku Branch Manager Indo Premier Solo memberikan penjelasan praktis mengenai mekanisme transaksi pembelian ETF Emas melalui aplikasi IPOT.

Penghargaan Rekor MURI sendiri diserahkan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, dalam rangkaian puncak Bulan Inklusi Keuangan Solo Raya yang berlangsung di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Kabupaten Sragen. 

Penyerahan penghargaan turut dihadiri Bupati Sragen, perwakilan OJK, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), serta masyarakat Sragen. Momentum ini sekaligus menjadi pengakuan atas keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan gerakan edukasi investasi yang melibatkan perguruan tinggi keagamaan negeri.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News