KILASJATENG.ID- Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar pembekalan intensif bagi 1.250 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan ke-49. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) selama tiga hari, mulai Senin (22/6/2026) hingga Rabu (24/6/2026).
Langkah ini merupakan persiapan wajib sebelum mahasiswa diterjunkan ke berbagai wilayah penempatan yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah selama satu bulan, mulai 23 Juli hingga 21 Agustus 2026. Wilayah penempatan meliputi DIY dan Jateng yaitu Moyudan, Tempel, Depok, Pakem, Cangkringan, Gondomanan, Wirobrajan, Pakualaman, Kasihan, Sedayu, Piyungan, Pajangan, Bantul, Imogiri dan Pakis Magelang.
Sebelumnya, Tim KKN-PPM UMBY juga menggandeng Puskesmas Sedayu Kabupaten Bantul guna melakukan cek kesehatan gratis bagi peserta untuk mengetahui kondisi kesiapan fisik dan psikologis bagi seluruh peserta dalam melaksanakan tugas-tugas pengabdian kepada masyarakat.
Kepala LPPM UMBY, Nanang Khuzaini, S.Pd.Si., M.Pd., saat membuka acara menegaskan bahwa KKN adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“KKN memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah, sekaligus berkontribusi langsung dalam pemberdayaan masyarakat,” tegas Nanang.
Pernyataan tersebut didukung oleh Kepala Bagian Pengabdian kepada Masyarakat, Valentina Dyah Arum Sari, S.Pd., M.Hum. Ia menekankan bahwa pembekalan ini dirancang komprehensif untuk menyentuh aspek akademik, administrasi, etika, hingga mitigasi kesehatan dan keselamatan di lapangan.
[irp posts=”11794″ ]
Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi yang disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Pada hari pertama, sesi diisi dengan pemaparan profil wilayah langsung dari Camat dan Lurah setempat. Mahasiswa juga dibekali kemampuan manajemen konflik, kerja sama tim, hingga pengantar Psychological First Aid (PFA).
Memasuki hari kedua dan ketiga, fokus materi bergeser pada penyusunan program berbasis teknologi, hak dan klaim jaminan kesehatan BPJS, serta pemahaman kondisi demografi yang dipaparkan langsung oleh Bappeda dan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.
UMBY juga menggandeng Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) kampus untuk memastikan seluruh mahasiswa memahami pentingnya menciptakan lingkungan KKN yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.
Selain KKN Reguler, UMBY pada periode ini terpilih menjadi bagian dari Program KKN Tematik Keamanan Pangan Batch 1 Tahun 2026 hasil inisiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Secara nasional, program ini menargetkan 45 desa dengan melibatkan lebih dari 600 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mitra.
Sebanyak 50 mahasiswa perwakilan UMBY yang tergabung dalam penugasan khusus ini mendapat pembekalan teknis eksklusif dari narasumber BPOM dan BBPOM Yogyakarta yaitu Etty Rusmawati, STP., Wulandari, STP., M.I.Kom., dan Rizqi Amalia Rohmah, STP, MPH. Materi yang diangkat meliputi konsep Program KKN Tematik, 5 (lima) Kunci Keamanan Pangan, Cara Produksi Pangan Industri Rumah Tangga, Perizinan Pangan Olahan, hingga strategi komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.
Di lapangan nanti, mahasiswa penugasan khusus ini akan mengemban dua peran strategis utama yakni Fasilitator Keamanan Pangan (FKP) dan Kader Keamanan Pangan (KKP). Fasilitator Keamanan Pangan (FKP) bertugas mendampingi pelaku usaha (produsen olahan, pangan siap saji, ritel) dalam mengurus administrasi seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), SPP-IRT, hingga penyusunan dokumen penerapan CPPB-IRT.
Sementara peran Kader Keamanan Pangan (KKP) yaitu memberdayakan komunitas desa melalui pembentukan Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD), memberikan bimbingan teknis, serta menyusun rencana aksi program keamanan pangan mandiri di desa.
Pembekalan dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, studi kasus, hingga simulasi edukasi. Melalui metode ini, mahasiswa dilatih untuk peka memetakan persoalan keamanan pangan di masyarakat sekaligus merumuskan solusinya. Hal ini guna menjadikan mahasiswa agen perubahan yang dapat mengedukasi warga terkait cara memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, serta bergizi demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.
Melalui rangkaian pembekalan intensif dan sinergi lintas lembaga ini, UMBY berharap para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang profesional dan inovatif. Mereka tidak hanya dituntut untuk menjalankan program kerja yang berkelanjutan, tetapi juga diandalkan untuk meningkatkan daya saing UMKM pangan desa serta memperkuat ekosistem keamanan pangan di masyarakat luas.


