Generus Surakarta Bertoleransi, Cetak Penerus Estafet Toleransi di Kota Solo

oleh -2 Dilihat
Talkshow Generus Surakarta Bertoleransi yang digelar di Pendapi Gede Kompleks Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu 28 Oktober 2026. (Foto: Putri Sejati)
Talkshow Generus Surakarta Bertoleransi yang digelar di Pendapi Gede Kompleks Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu 28 Oktober 2026. (Foto: Putri Sejati)

KILASJATENG.ID– Toleransi menjadi hal yang wajib dijaga dan benar-benar dijalankan di Kota Solo yang selama ini memang terkenal karena keberagamannya. Baik dari agama, ras maupun budaya. 

Karena itu, untuk memastikan toleransi tetap terjaga, diperlukan peran pemuda sebagai penerus generasi. Hal itulah yang mendasari digelarnya kegiatan Generus Surakarta Bertoleransi yang digelar di Pendapi Gede Kompleks Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu 28 Oktober 2026 malam. 

Koordinator kegiatan, Muhammad Zain mengatakan, melalui Generus Surakarta Bertoleransi diharapkan para pemuda sebagai generasi penerus memperjuangkan apa yang sudah dilakukan para pendahulu-pendahulunya untuk menjaga toleransi di Kota Solo. 

“Generus adalah generasi penerus, jadi kita harapkan para generasi ini menjadi yang menerima tongkat estafet melanjutkan perjuangan para pendahulu-pendahulu ini, memahami betul apa artinya toleransi antar agama maupun sesama agama. Karena kita inginkan anak-anak muda ini menjadi pelopor-pelopor toleran diantara masyarakat yang kami harapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Generus Surakarta Bertoleransi sendiri diikuti oleh 500 peserta yang merupakan anak muda, baik dari kalangan mahasiswa maupun pemuda-pemuda dari lintas agama yang ada di Kota Solo. 

“Ada dari Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu juga. Kami gandeng mereka agar nantinya juga bisa ikut menjadi pelopor-pelopor toleran di tengah masyarakat. Sebenarnya masih banyak yang ingin mendaftar sebagai peserta, tapi kami batas hanya 500 orang karena ke depan kami akan menggelar kegiatan yang sama, harapannya seperti itu,” jelasnya.  

Baca Juga  Jamu RANS Nusantara FC di Stadion Manahan, Persis Solo Hanya Mampu Main Imbang 2-2

Pria yang menjabat sebagai Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Solo itu berharap dengan kegiatan Generus Surakarta Bertoleransi tujuan agar terjalin komunikasi antara pemuda, baik sesama agama maupun antaragama. 

“Jadi pemuda Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu diharapkan ada komunikasi aktif sehingga saat ada masalah di tengah masyarakat pemuda ini menjadi solusi dari hal-hal yang terjadi di tengah masyarakat,” kata Zain. 

Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Solo, Muhammad Zain dan Wawali Solo, Astrid Widayani di pembukaan Generus Surakarta Bertoleransi yang digelar di Pendapi Gede Kompleks Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu 28 Oktober 2026.  (Foto: Putri Sejati)
Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Solo, Muhammad Zain dan Wawali Solo, Astrid Widayani di pembukaan Generus Surakarta Bertoleransi yang digelar di Pendapi Gede Kompleks Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu 28 Oktober 2026. (Foto: Putri Sejati)

Sementara itu, Wakil Wali Kota (Wawali) Solo, Astrid Widayani mengatakan, toleransi tidak cukup hanya menjadi slogan. Generasi muda perlu membuktikannya melalui tindakan sederhana, mulai dari menghormati perbedaan keyakinan, membangun persahabatan lintas agama, hingga bijak menggunakan media sosial. 

“Generus Surakarta Bertoleransi diharapkan menjadi ruang pertemuan generasi muda untuk memperkuat komunikasi dan persaudaraan di tengah keberagaman. Karena perbedaan agama, suku, budaya, dan tradisi tidak seharusnya menghalangi masyarakat untuk bersahabat, bergotong royong, dan saling peduli. Kita tidak harus menjadi sama untuk bisa hidup rukun, saling menghormati, dan bekerja sama,” ujarnya.

Menurut Astrid, generasi muda perlu membiasakan diri mengenal sebelum menilai dan mendengarkan sebelum menghakimi. Sikap tersebut penting agar perbedaan tidak memicu prasangka maupun konflik di tengah masyarakat.

Baca Juga  Gagal Geser Deltras Sidoarjo FC, Kendal Tornado FC Tetap Bidik Promosi Liga 1

Ia juga mengingatkan anak muda agar bijak menggunakan media sosial. Ruang digital seharusnya menjadi sarana membangun komunikasi, bukan tempat menyebarkan konten yang merendahkan agama, suku, atau identitas orang lain.

Astrid mendorong generasi muda mewujudkan toleransi melalui kegiatan sosial, aksi kemanusiaan, pelestarian budaya, dan aktivitas bersama tanpa memandang latar belakang. Menurutnya, kerukunan akan tumbuh ketika masyarakat membiasakan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap peserta membawa gagasan dari kegiatan tersebut ke lingkungan sekolah, kampus, organisasi kepemudaan, hingga tempat tinggal masing-masing.

“Jadilah pribadi yang teguh dalam keyakinan, terbuka dalam pergaulan, bijak dalam perkataan, dan nyata dalam tindakan. Hormati perbedaan dan gunakan potensi yang kalian miliki untuk memperkuat persaudaraan,” pesannya.

Sementara itu, Talkshow Generus Surakarta Bertoleransi sendiri turut dihadiri Koordinator Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solo, Ketua DPD LDII Kota Solo, Ketua BAGKS serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Solo.*

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News