KILASJATENG.ID- Sebanyak 246 mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia (FIKOMM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) antusias mengikuti seminar nasional bertajuk “ADPIKI Goes to Campus: Generative AI and The Future of Communication”. Acara yang dihelat di Auditorium Kampus 3 UMBY pada Kamis (15/10/2016) ini merupakan wujud sosialisasi program Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) sekaligus implementasi kerja sama (antara ADPIKI dan FIKOMM UMBY.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Dr. Tatik Yuniarti, M.I.Kom. (Wakil Sekjen ADPIKI / Universitas Paramadina) dan Dr. Dwi Firmansyah, M.I.Kom. (Ketua Bidang Pengembangan Struktur Organisasi Wilayah ADPIKI / Universitas Mercu Buana Jakarta).
Dekan FIKOMM UMBY, Dr. Didik Haryadi Santoso, M.A., memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, forum akademik seperti ini sangat vital untuk membekali mahasiswa agar tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memahami implikasi sosial, etika, dan tanggung jawab profesional di baliknya.
“Mahasiswa perlu dipersiapkan agar mampu memanfaatkan teknologi secara tepat sekaligus menjunjung tinggi nilai etika dalam komunikasi,” ujar Dr. Didik.
Dr. Didik juga berharap, melalui kegiatan kolaboratif seperti ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan cara berpikir kritis, memperluas perspektif lintas disiplin, serta menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah dengan berbagai persoalan nyata di masyarakat.
Dalam sesi pertama, Dr. Tatik Yuniarti, M.I.Kom., menyampaikan materi bertajuk “AI and Social Change”. Materi ini membahas hubungan perkembangan AI dengan perubahan sosial, termasuk bagaimana teknologi memengaruhi pola komunikasi, akses terhadap informasi, interaksi masyarakat, serta cara manusia merespons berbagai persoalan di era digital.
Pembahasan tersebut memberikan perspektif bahwa AI tidak semata-mata merupakan perangkat teknologi, tetapi juga bagian dari perubahan sosial yang memerlukan pemahaman kritis. Pemanfaatannya perlu disertai kesadaran terhadap konteks sosial, konsekuensi penggunaan teknologi, serta tanggung jawab manusia dalam menentukan arah penerapannya.
Sementara itu, Dr. Dwi Firmansyah, M.I.Kom., membawakan materi “Dari Newsroom Televisi ke AI-Powered Newsroom”. Paparan ini mengangkat transformasi ruang redaksi, dari pola kerja jurnalistik konvensional menuju ekosistem produksi berita yang memanfaatkan teknologi AI.
Perkembangan tersebut membuka berbagai kemungkinan dalam proses pencarian informasi, pengolahan data, produksi konten, dan distribusi berita. Namun, pemanfaatan AI juga menuntut perhatian terhadap akurasi informasi, verifikasi fakta, etika jurnalistik, serta tanggung jawab manusia atas konten yang dipublikasikan.
Kedua materi tersebut saling melengkapi dengan mempertemukan perspektif perubahan sosial dan transformasi industri media. Mahasiswa diajak melihat bahwa penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan analitis, kreativitas, literasi digital, dan pemahaman etis.
Antusiasme peserta tampak memuncak pada sesi tanya jawab. Salah satu mahasiswa FIKOMM UMBY, Jasmine Ivana Dewi Christswara, mengangkat isu krusial mengenai potensi pemanfaatan AI dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta sektor pertanian, membuktikan bahwa diskursus AI melampaui batas-batas disiplin ilmu komunikasi.
Bagi Jasmine, seminar ini membuka perspektif barunya tentang bagaimana teknologi dapat diandalkan untuk memantau titik api, menganalisis kondisi lahan, dan mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, FIKOMM UMBY berharap sivitas akademika, khususnya mahasiswa, semakin terpacu untuk memperkuat literasi digital, pemikiran kritis, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi lanskap komunikasi global yang terus bertransformasi.
