Jargas PGN di Sleman Tembus 4.555 Pelanggan, Dukung Efisiensi Usaha Kuliner

oleh -341 Dilihat

KILASJATENG.ID – Pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terus berkembang. Tidak hanya memenuhi kebutuhan energi rumah tangga, jaringan gas bumi yang dikelola PT Perusahaan Gas Negara (PGN) juga mulai dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas usaha masyarakat.

Hingga 2026, jargas PGN di wilayah Sleman telah melayani 4.545 pelanggan rumah tangga, enam pelanggan kecil, serta empat pelanggan komersial dan industri.

Pengembangan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya PGN menghadirkan sumber energi yang praktis, efisien, dan andal sekaligus mendorong pemanfaatan gas bumi untuk kegiatan produktif masyarakat.

Salah satu pelanggan komersial PGN di Yogyakarta adalah RM Padang Payakumbuah yang telah menggunakan gas bumi sejak November 2024. Bagi restoran yang membutuhkan energi secara konsisten untuk operasional dapur setiap hari, kepastian pasokan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran bisnis.

Penyediaan gas bumi untuk restoran tersebut tidak lepas dari peran anak perusahaan PGN, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas).

“Dua manfaat penting yang kami rasakan dari penggunaan gas bumi adalah keamanan dan kepastian pasokan. Keduanya sangat penting bagi bisnis kuliner karena kebutuhan bahan bakar berlangsung setiap hari, termasuk ketika aktivitas dapur sedang tinggi seperti saat libur panjang,” ujar Manajemen RM Padang Payakumbuah Yogyakarta, Adi Saputra.

Baca Juga  Gebyar Kemerdekaan di SRT 3 Lampung, Fatma Saifullah Motivasi Siswa Raih Cita-cita

Saat ini, RM Padang Payakumbuah Yogyakarta menggunakan gas bumi sekitar 1.900–2.000 meter kubik per bulan. Pemanfaatan gas bumi tersebut memberikan efisiensi biaya bahan bakar sekitar 30 persen.

Sebelum beralih menggunakan gas bumi, pengeluaran bahan bakar restoran tersebut dapat mencapai sekitar Rp40 juta per bulan. Setelah menggunakan gas bumi, biaya bahan bakar turun menjadi sekitar Rp25 juta hingga Rp30 juta per bulan.

Efisiensi serupa juga dirasakan pelaku usaha kuliner lainnya. Nasi Goreng Pak Wit, misalnya, telah menggunakan gas bumi selama sekitar satu tahun terakhir.

Pemilik Nasi Goreng Pak Wit, Elin, mengatakan biaya bahan bakar usahanya sebelumnya mencapai sekitar Rp1,5 juta per bulan. Setelah menggunakan gas bumi, pengeluaran tersebut turun menjadi sekitar Rp600 ribu per bulan.

Pengalaman para pelaku usaha tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan jargas tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi bagi rumah tangga, tetapi juga dapat membantu menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi usaha.

Area Head PGN Semarang Sugianto Eko Cahyono mengatakan PGN terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi yang telah tersedia dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan dan aspek keekonomian.

“Kami ingin memastikan infrastruktur yang sudah dibangun dapat memberikan manfaat seluas-luasnya, baik bagi rumah tangga maupun kegiatan usaha masyarakat,” jelas Sugianto.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, PGN juga memberikan perhatian terhadap keamanan dan keandalan layanan. Pelanggan mendapatkan dukungan monitoring instalasi serta layanan penanganan gangguan selama 24 jam.

Baca Juga  Siapkan Layer Baru Cukai Rokok, Pemerintah Dorong Produk Ilegal Masuk Jalur Legal

Setiap laporan gangguan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh tim penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dari sisi keselamatan, gas bumi disalurkan dengan tekanan rendah sehingga potensi dampak akibat tekanan gas dapat diminimalkan. Gas bumi juga memiliki massa jenis lebih ringan dibandingkan udara sehingga cenderung bergerak ke atas ketika terlepas ke udara.

Karena itu, keberadaan ventilasi yang memadai menjadi salah satu aspek penting untuk mencegah terjadinya akumulasi gas di dalam ruangan apabila terjadi kebocoran.

Dengan jumlah pelanggan yang terus berkembang, PGN melihat jaringan gas bumi sebagai salah satu infrastruktur strategis untuk memperluas pemanfaatan gas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.

Ke depan, pemanfaatan jaringan yang telah tersedia akan terus dioptimalkan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat, aspek keekonomian, serta kesiapan infrastruktur.

“Bagi kami, keberadaan jargas bukan hanya mengenai tersedianya energi di rumah pelanggan. Ketika gas bumi juga dapat dimanfaatkan oleh restoran, UMKM, dan pelaku usaha lainnya, manfaat infrastrukturnya menjadi lebih luas karena ikut mendukung kegiatan ekonomi masyarakat,” pungkas Sugianto. (SJM)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News