Boyolali Siaga Kemarau, Pemkab Petakan 9 Kecamatan Rawan Kekeringan dan Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Bersih

oleh -2 Dilihat
Bupati Boyolali, Agus Irawan (keempat dari kanan) berbincang dengan warga saat menyalurkan bantuan air bersih di Desa Bercak, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu 5 Agustus 2026. (Foto: Agatha Janendra)
Bupati Boyolali, Agus Irawan (keempat dari kanan) berbincang dengan warga saat menyalurkan bantuan air bersih di Desa Bercak, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu 5 Agustus 2026. (Foto: Agatha Janendra)

KILASJATENG.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memperkuat langkah mitigasi untuk menghadapi musim kemarau tahun ini dengan memetakan wilayah rawan kekeringan, mempercepat distribusi bantuan air bersih, hingga menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembangunan sumur dalam dan jaringan pipanisasi.

Langkah tersebut dilakukan menindaklanjuti arahan Bupati Boyolali Agus Irawan guna mengurangi dampak kekeringan yang hampir setiap tahun mengancam wilayah Boyolali bagian utara.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, mengatakan hasil mitigasi menunjukkan terdapat sembilan kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau tahun ini. Pemetaan tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan prioritas penanganan di lapangan.

“Berdasarkan hasil mitigasi terdapat sembilan kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan. Penyaluran bantuan air bersih terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Ari Wahyu Prabowo, Kamis 6 Agustus 2026.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Kabupaten Boyolali berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Perumda Air Minum Tirta Ampera, Dinas Pertanian, serta sejumlah instansi terkait dalam mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

Baca Juga  Polresta Solo Musnahkan 3,5 Kilogram Sabu Senilai Rp3,5 M

Pada 30 Juli 2026, tim gabungan menyalurkan 18 tangki air bersih ke enam titik di Kecamatan Wonosegoro, Juwangi, dan Musuk. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.

Sementara itu, hingga 3 Agustus 2026, BPBD mencatat distribusi bantuan telah menjangkau tujuh kecamatan, 20 desa atau kelurahan, serta 41 dukuh. Sebanyak 135 tangki atau sekitar 590.000 liter air bersih telah disalurkan kepada 9.696 warga terdampak.

Distribusi bantuan kembali dilakukan pada Rabu (5/8/2026). BPBD mengirimkan tiga tangki air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter ke Desa Bercak, Kecamatan Wonosamodro. Bantuan tersebut didistribusikan ke tiga titik, yakni Bercak Kidul RT 03/RW 01, Bercak Kidul RT 04/RW 01, dan Ngasinan RT 06/RW 02.

Selain penanganan darurat, Pemkab Boyolali juga menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan kekeringan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui pembangunan sumur dalam di sejumlah wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan sumber air bersih.

Baca Juga  Punya Keterampilan Belum Tentu Diterima Kerja, Baznas dan Kemnaker Buka Jalan Penyandang Disabilitas Menuju Dunia Kerja

“Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan mengusulkan pembangunan jaringan pipanisasi air dari wilayah Salatiga menuju Boyolali Utara kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),” kata Ari.

Menurutnya, pembangunan jaringan pipanisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat di kawasan rawan kekeringan sehingga persoalan krisis air tidak lagi berulang setiap musim kemarau.

“Kami berharap program itu mampu memperkuat pasokan air bersih secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pemkab Boyolali menegaskan akan terus memantau perkembangan musim kemarau dan memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah juga berkomitmen mengombinasikan upaya mitigasi, penanganan darurat, dan pembangunan infrastruktur jangka panjang agar pelayanan kepada warga terdampak kekeringan dapat berjalan optimal.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News