Founder GSI Apresiasi ‎Kinerja Gubernur Ahmad Luthfi di Bidang Investasi

oleh -3 Dilihat
‎Co-Founder GSI, Anas Syahirul ‎dalam Ngobrol Inspiratif Bareng Anak Muda yang digelar Gerakan Solusi Indonesia (GSI) bersama Pemkab Wonogiri, Kejaksaan Negeri Wonogiri dan Bank Jateng Cabang Wonogiri di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Jumat 18 September 2026. (Foto: dok GSI)
‎Co-Founder GSI, Anas Syahirul ‎dalam Ngobrol Inspiratif Bareng Anak Muda yang digelar Gerakan Solusi Indonesia (GSI) bersama Pemkab Wonogiri, Kejaksaan Negeri Wonogiri dan Bank Jateng Cabang Wonogiri di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Jumat 18 September 2026. (Foto: dok GSI)

KILASJATENG.ID– Co-Founder Gerakan Solusi Indonesia (GSI), Anas Syahirul  mengapresiasi prestasi yang ditorehkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di bidang investasi dalam waktu yang hampir bersamaan. 

Pertama, Gubernur Ahmad Luthfi mendapatkan  penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi, sebagai provinsi dengan layanan investasi terbaik di Indonesia dalam ajang Anugerah Layanan Investasi (ALI) pada Rabu 16 September 2026.

‎Kedua, memperoleh investasi pembangunan kilang minyak mini refinery berkapasitas awal 10 ribu barel per hari senilai Rp5 triliun oleh investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah sehari setelah ALI, Kamis 17 September 2026.

‎”Dua prestasi ini menunjukkan keberhasilan kinerja Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di bidang investasi sekaligus menandakan Pak Gubernur sukses menunjukkan bahwa Jateng Ramah Investasi,” ujarnya saat Ngobrol Inspiratif Bareng Anak Muda yang digelar Gerakan Solusi Indonesia (GSI), Pemkab Wonogiri, Kejaksaan Negeri Wonogiri dan Bank Jateng Cabang Wonogiri di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Jumat 18 September 2026.

Anas memaparkan, predikat penghargaan ALI dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi tersebut, bukan prestasi biasa. Lantaran untuk mendapatkan penghargaan ini, Jawa Tengah harus berkompetisi dengan 38 provinsi lainnya di Indonesia. Dan hasilnya, ‎Jawa Tengah dinobatkan sebagai juara ketiga provinsi dengan layanan investasi terbaik di Indonesia setelah Maluku Utara dan Jawa Timur.

Baca Juga  GSI Youth Fest-Hero Summit 2026, Angkat Potensi Anak Muda Jadi Solusi untuk Indonesia

‎”Di bawah kepemimpinan Pak Luthfi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) bekerja prima, izin cepat dan mudah bagi investor. Hasilnya bisa menunjukan Provinsi Jawa Tengah menempati tiga besar nasional,” aku dia. 

Penghargaan tersebut menurut Anas memang pantas didapatkan Gubernur Ahmad Luthfi karena jika menilik data, realisasi investasi di Jawa Tengah pada semester I-2026 mencapai Rp59,94 triliun. Terdiri atas PMA sebesar Rp25,92 triliun (53,40%), PMDN sebesar Rp22,62 triliun (46,60%) serta investasi UMK sebesar Rp11,40 triliun. Investasi tersebut berhasil menyerap 213.217 tenaga kerja melalui 55.989 proyek.

‎Maka lanjut Anas, dengan Jawa Tengah ramah investasi bukan sekedar slogan. Harapannya sesuai semangat GSI bisa bermanfaat untuk sekitar. Di antaranya di wilayah Jawa Tengah, Pemprov Jawa Tengah bisa terus membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal. 

‎”Tentu muaranya untuk kesejahteraan masyarakat. Kami (GSI) mengapresiasi Jawa Tengah menjadi provinsi ramah investasi untuk kesejahteraan,” harap dia. 

‎Belum selesai bersuka cita, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menunjukkan kinerjanya. Di mana investor kilang minyak asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) menanamkan modalnya berupa mini refinery berkapasitas awal 10 ribu barel per hari senilai Rp5 triliun di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. 

Baca Juga  Perkuat Kompetensi dan Etika Jurnalistik, LKBN ANTARA Gelar Pelatihan di UNS Solo

‎Bahkan Komisaris Nusantara Petroleum and Petrochemical, Talal Ourfali, tanpa dukungan penuh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak akan terwujud. Pihaknya menilai Ahmad Luthfi mempercepat proses rencana investasi mini refinery di Kabupaten Jepara.

‎Itu dikarenakan penjajakan antara UEA dengan pemerintah sudah berlangsung selama setahun ini. Setelahnya, berlanjut dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) dengan Perumda Aneka Usaha Jepara.

‎”Jika pemimpin konsen terhadap investasi maka ada hasilnya. Jika investasi banyak masuk ke Jawa Tengah, akan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya untuk anak mufa,” terang dia. 

‎Dalam acara yang dihadiri 130 anak muda dari OSIS dan Pramuka, mahasiswa, organisasi kepemudaan dan karang taruna itu, menghadirkan beberapa pembicara. 

‎Di antaranya ada Ketua Komisi Kejaksaan RI, Prof Dr Pujiyono Suwadi, Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri, Hery Somantri dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. 

‎Selain itu ada pembicara lain yakni Local Hero Wonogiri, Yosep Bagus, Area Manager Kredit Mikro Bank Jateng Cabang Wonogiri, Wisnu Wardhana, Pegiat Literasi, Niken Satyawati dan Mahasiswa Berprestasi Wonogiri, Ajeng Adela Selandani.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News