KILASJATENG.ID— Puluhan pebalap cilik dari berbagai daerah di Indonesia adu cepat dalam Kejurnas FIM MotoMini Indonesia Series 2026 di Sirkuit Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu sore.
Sebanyak 60 pebalap dari 17 provinsi, mulai Aceh hingga Papua, ambil bagian dalam ajang tersebut. Mereka bersaing dalam tiga kelas yang dipertandingkan, yakni GP-0 FIM MotoMini 160cc, GP-2 FIM MotoMini 190cc, dan kelas Junior.
Promotor MotoMini Indonesia Series 2026, Maharani, mengatakan pemilihan Sirkuit Boyolali sebagai lokasi perlombaan dilakukan karena lintasan tersebut dinilai cukup mumpuni untuk menggelar kompetisi.
Selain itu, penyelenggara juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Boyolali dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Peserta tahun ini ada sekitar 60 pebalap cilik dari 17 provinsi, mulai Aceh sampai Papua. Ada tiga kelas yang dipertandingkan, yaitu GP-0 FIM MotoMini 160cc, GP-2 FIM MotoMini 190cc, dan kelas Junior,” ujar Maharani.
Persaingan Makin Ketat
Sporting Manager MotoMini Indonesia, Harlan Fadhillah, mengatakan persaingan pada seri tahun ini berlangsung semakin ketat.
Menurut dia, seluruh peserta menunjukkan peningkatan kemampuan. Bahkan, catatan waktu para pebalap disebut mampu lebih cepat sekitar satu detik dibandingkan sebelumnya.
“Persaingannya cukup ketat dan sangat kompetitif. Semua peserta berhasil meningkatkan kecepatan sekitar satu detik,” kata Harlan.
Sejumlah pebalap seperti Muhammad Ali Mahmud dan Samaro Tungga Kaligis juga disebut menjadi bagian dari persaingan ketat dalam perebutan posisi tercepat.
Juara 1 dan 2 Berangkat ke Spanyol
Kejurnas FIM MotoMini Indonesia Series 2026 bukan sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara nasional.
Dua pebalap yang menempati posisi juara pertama dan kedua di setiap kelas nantinya akan mendapatkan kesempatan mewakili Indonesia pada Final FIM MiniGP World Series 2026 di Valencia, Spanyol.
Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada pertengahan November 2026.
Maharani mengatakan kesempatan tampil di Valencia menjadi salah satu motivasi para pebalap untuk tampil maksimal dalam setiap seri.
“Juara satu dan dua di setiap kelas nantinya akan mewakili Indonesia di Final FIM MiniGP World Series 2026 di Valencia, Spanyol, pada pertengahan November,” ujarnya.
Pebalap Cilik Bidik Posisi Teratas
Salah satu pebalap, Muhammad Ali Mahmud, mengaku persaingan di seri Boyolali berlangsung seru sekaligus menantang.
Selain harus menghadapi persaingan dengan pebalap lain, kondisi cuaca panas dan karakter sirkuit menjadi tantangan tersendiri.
“Seri Boyolali cukup seru dan sangat menantang. Cuaca panas dan sirkuit juga menjadi tantangan,” kata Ali.
Meski demikian, Ali mengaku optimistis mampu mempertahankan performanya dan kembali merebut posisi teratas.
Ia bertekad fokus dalam setiap balapan agar dapat mempertahankan nomor satu sekaligus mewujudkan target tampil membela Indonesia di Valencia.
“Saya akan terus fokus dan berusaha mempertahankan nomor satu agar bisa mewakili Indonesia di final di Valencia,” ujarnya.
Persaingan di Sirkuit Boyolali pun menjadi salah satu tahapan penting bagi para pebalap muda untuk mengamankan tiket menuju Final FIM MiniGP World Series 2026 di Valencia, Spanyol.(*)


