Kebakaran TNBTS Meluas, Kemenhut Waspadai Ancaman Karhutla di Jatim

oleh -259 Dilihat
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau penanganan kebakaran TNBTS di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. (Foto: Kemenhut)

KILASJATENG.ID – Kementerian Kehutanan mewaspadai tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Jawa Timur menyusul kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, berdasarkan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) per 9 Agustus 2026, sejumlah wilayah di Jawa Timur berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena kebakaran di kawasan TNBTS diperkirakan telah berdampak pada sekitar 520 hektare lahan. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan proses verifikasi di lapangan masih terus dilakukan.

“Pemerintah tidak hanya fokus menangani titik api yang saat ini terjadi, tetapi juga mengantisipasi munculnya kebakaran baru di kawasan lain. Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api sekaligus mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi di tempat lain,” ujar Raja Juli saat meninjau penanganan kebakaran TNBTS di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

TNBTS Ditutup Total Sementara

Sebagai langkah pengendalian dan untuk mendukung proses pemadaman, Kementerian Kehutanan menginstruksikan penutupan sementara secara total kawasan TNBTS.

Penutupan dilakukan sekaligus untuk memastikan keselamatan masyarakat dari potensi bahaya kebakaran selama proses penanganan berlangsung.

Pemerintah juga mengerahkan tiga unit helikopter untuk mendukung pemadaman melalui udara. Operasi tersebut terutama difokuskan pada titik api yang berada di kawasan berkelerengan dan sulit dijangkau oleh pasukan pemadam melalui jalur darat.

Di sisi lain, pasukan darat terus melakukan pemadaman langsung sekaligus membuat sekat bakar untuk mencegah api meluas ke area lain.

Penanganan kebakaran dikoordinasikan melalui satuan tugas yang melibatkan Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait.

Pemadaman Udara Diprioritaskan di Puncak B29

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, operasi pemadaman melalui udara saat ini diprioritaskan di kawasan puncak B29, yang berada di sisi paling timur wilayah terdampak.

Baca Juga  SKK Migas dan KKKS Jabanusa Perkuat Sinergi dengan Media Jatim Demi Ketahanan Energi Nasional

Menurut Emil, salah satu tantangan dalam proses pemadaman adalah keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi geografis kawasan juga menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pemadaman.

Pemerintah memastikan pemantauan terhadap potensi kebakaran akan terus dilakukan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan agar potensi munculnya titik api baru dapat segera diketahui dan ditangani, hingga seluruh kawasan dinyatakan aman dari ancaman kebakaran.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di kawasan hutan dan lahan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. (MDP)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News