KILASJATENG.ID- Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) konsisten mendorong para dosen melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini dosen Prodi Pendidikan Matematika UMBY menyelenggarakan pelatihan dengan tema “Pemberdayaan Guru Madrasah Ibtidaiyah melalui Pengembangan Media dan Evaluasi Pembelajaran Berbasis Digital pada Kelompok Kerja MI Kecamatan Tuntang” beberapa waktu lalu. Bertempat di MI Ma’arif Karangtengah, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Tuntang, Kab. Semarang.
Tim PkM yang terlibat yaitu Naela Faza Fariha, S.Si., M.Sc. (UMBY) selaku ketua tim, bersama anggota Nafida Hetty Marheni, M.Pd. (UMBY), M. Irfan Rumasoreng, M.Pd. (UMBY), dan Riska Ayu Ardani, M.Pd dari UIN Walisongo Semarang.
Ketua Tim PkM UMBY, Naela Faza Fariha, mengungkapkan bahwa agenda ini dirancang khusus untuk mendongkrak kompetensi pedagogis guru di era modern. Ia berharap pelatihan yang digelar timnya dapat meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk menunjang proses pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Tuntang, Aris Trihariyanto, M.Pd.I., serta Pengawas Madrasah Kecamatan Tuntang, Drs. Syamsul Huda, M.Pd.I. Dalam sambutannya, Syamsul Huda memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tim PkM UMBY yang peduli terhadap peningkatan mutu pengajar di madrasah.
“Saat ini banyak platform digital yang tersedia dan sangat mendukung proses pembelajaran. Saya berharap para guru dapat terus berinovasi dan nantinya juga dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada guru-guru lain di madrasah masing-masing yang belum berkesempatan hadir dalam pelatihan ini,” papar Syamsul.
[irp posts=”11386″ ]
Pada sesi materi, Riska Ayu Ardani memaparkan materi pengembangan media ajar digital dan evaluasi pembelajaran berbasis digital. Riska menekankan pentingnya bertransformasi dalam dunia pendidikan khususnya dengan memanfaatkan teknologi digital dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik saat ini.
“Peserta didik saat ini dekat dengan teknologi digital, jadi para guru perlu bertransformasi dengan menggunakan media ajar agar materi pembelajaran lebih menarik dan peserta didik mudah memahaminya,” terang Riska.
Setelah penyampaian teori, Naela Faza Fariha langsung mengajak para peserta untuk melakukan praktik atau simulasi. Para guru dilatih menggunakan dua platform digital sekaligus, yaitu Canva AI untuk menyusun media pembelajaran visual yang menarik, serta Wayground untuk membuat instrumen evaluasi pembelajaran yang interaktif.
Para peserta tampak sangat antusias mencoba langsung berbagai fitur digital yang diperkenalkan. Meskipun beberapa guru sempat mengalami kendala teknis pada tahap awal penggunaan fitur Canva AI dan Wayground karena belum terbiasa, pendampingan intensif dari tim PkM berhasil memandu mereka hingga mampu membuat media ajar dan evaluasi sederhana secara mandiri.
Respon positif juga datang dari salah satu peserta pelatihan, Desi Norma Siamtina. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya lokakarya ini karena sebelumnya belum pernah memanfaatkan teknologi digital dalam proses belajar mengajar. Desi menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan ilmu baru yang sangat konkret untuk langsung diaplikasikan kepada para siswa di kelas kelak.


