BP BUMN Dorong Transformasi Digital PT Pos Indonesia demi Tekan Biaya Logistik Nasional

oleh -397 Dilihat
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria (kedua dari kanan, berbaju batik), saat mengunjungi kantor PT Pos Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Senin, 20 April 2026 (Foto: Humas BP BUMN)

KILASJATENG.ID – Badan Pengelola (BP) BUMN secara resmi mendorong percepatan transformasi digital di tubuh PT Pos Indonesia (Persero). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat daya saing perusahaan plat merah tersebut dalam menghadapi dinamika industri logistik global yang kian kompetitif.

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah keharusan agar BUMN mampu bertahan dan memberikan kontribusi berkelanjutan bagi negara.

“Seluruh perusahaan BUMN harus memiliki pemahaman yang sama mengenai transformasi. Ini adalah bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun perusahaan yang berkelanjutan dan mampu diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Dony saat melakukan kunjungan kerja ke kantor PT Pos Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4/2026).

Baca Juga  Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Naik, Ini Rinciannya per 16 April 2026

Digitalisasi sebagai Kunci Efisiensi
Menurut Dony, pemanfaatan teknologi digital merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi operasional. Di sektor logistik, kecepatan dan ketepatan distribusi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

PT Pos Indonesia kini diproyeksikan menjadi penggerak utama ekosistem logistik nasional melalui integrasi layanan berbasis teknologi. Dengan sistem yang terdigitalisasi, diharapkan terjadi efisiensi besar-besaran yang berdampak pada masyarakat luas.

“Transformasi ini diharapkan mampu menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia,” tambah Dony.

Penguatan SDM dan Jangkauan Regional
Selain aspek teknologi, BP BUMN juga menitikberatkan pada dua poin krusial lainnya:

Peningkatan Kapabilitas SDM: Menyiapkan tenaga kerja yang cakap digital dan adaptif.

Baca Juga  SIG Ekspor Perdana 45 Ribu Ton Klinker ke Mauritania, Perluas Pasar Afrika

Sistem Operasional yang Adaptif: Memastikan infrastruktur mampu merespons perubahan pasar dengan cepat.

Dengan transformasi yang berkelanjutan, PT Pos Indonesia tidak hanya ditargetkan untuk merajai pasar domestik, tetapi juga didorong untuk memperluas ekspansinya di tingkat regional. Langkah ini diharapkan menjadi mesin baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (OUC)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News