Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat, Kemensos Libatkan 2.000 Taruna TNI-Polri di 178 Titik Se-Indonesia

oleh -321 Dilihat

KILASJATENG.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan langkah strategis dalam dunia pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Sebanyak 2.000 Taruna TNI-Polri dilibatkan secara aktif untuk memperkuat pendidikan karakter siswa Sekolah Rakyat yang tersebar di 178 titik penyelenggaraan di seluruh penjuru Indonesia.

Program pendampingan intensif ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, tepatnya pada tanggal 3 hingga 7 Agustus 2026 mendatang. Dalam pelaksanaannya, para taruna TNI-Polri akan didukung oleh 365 perwira pendamping dan diterjunkan secara serentak dengan memegang teguh prinsip aman, tertib, edukatif, serta terkoordinasi di setiap lokasi.

Membangun Kedisiplinan Positif di Awal Masa Pembelajaran
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa keterlibatan para taruna ini sangat dibutuhkan untuk membantu membangun fondasi karakter siswa Sekolah Rakyat, terutama pada masa awal pembelajaran yang krusial.

“Ini adalah hal yang memang dibutuhkan oleh (siswa) Sekolah Rakyat karena kepada para Taruna, siswa Sekolah Rakyat bisa belajar banyak terutama terkait dengan bagaimana menumbuhkan kedisiplinan positif, tanggung jawab, dan kemandirian,” ujar Gus Ipul saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul turut didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico. Ia menambahkan bahwa kehadiran para taruna di tengah-tengah siswa diharapkan mampu mempertebal wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air, sekaligus menciptakan ruang tumbuh yang edukatif, ramah anak, dan sarat akan keteladanan.

Peran Multi-Dimensi: Kakak Asuh, Sahabat Belajar, dan Teladan
Selama masa program, para taruna tidak hanya bertindak sebagai pengajar formal, melainkan memegang peran multi-dimensi yang menyentuh psikologis siswa.

Sebagai Kakak Asuh: Mendampingi dan memberikan contoh nyata perilaku sehari-hari yang positif.

Sebagai Teladan Karakter: Menanamkan nilai kedisiplinan, kepedulian sosial, dan kecintaan pada NKRI.

Sebagai Sahabat Belajar: Mengajak siswa mengenali potensi diri, membangun kerja sama tim, serta menumbuhkan keberanian untuk mencoba hal baru.

Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang secara utuh dengan pendekatan edukatif. Materi yang akan disampaikan meliputi penguatan karakter dan kepribadian, wawasan kebangsaan, kedisiplinan positif, tanggung jawab, keterampilan kepramukaan, ketangguhan diri, hingga kepedulian sosial.

“Tentu pelaksanaannya berpedoman kepada kegiatan-kegiatan bersifat edukatif, inspiratif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik siswa,” imbuhnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi, Semen Gresik dan BJKW IV Surabaya Sertifikasi 103 Tenaga Konstruksi Jatim

Momentum Adaptasi dan Apresiasi Lintas Sektoral
Masa awal masuk sekolah dinilai sebagai momentum penting bagi siswa maupun guru untuk saling beradaptasi. Oleh karena itu, kehadiran para taruna diharapkan bisa mempermudah proses transisi siswa di lingkungan baru. Output jangka panjang yang dibidik adalah mencetak siswa Sekolah Rakyat yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga kuat secara mental, percaya diri, dan berintegritas.

“Kita harapkan siswa Sekolah Rakyat nanti bisa lebih percaya diri, mengenal potensi, lebih disiplin secara positif dan bertanggung jawab, mampu bekerja sama dan menghargai sesama, serta bangga menjadi anak Indonesia,” tutur Gus Ipul.

Menutup keterangannya, Menteri Sosial menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran pimpinan pertahanan dan keamanan negara atas sinergi yang terjalin erat ini.

“Terima kasih Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Pertahanan yang memberikan kesempatan para taruna di Akademi Militer dan Akademi Kepolisian untuk memberikan pendampingan dan pembelajaran kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat,” pungkasnya. (GMV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News