Gaji Guru Belum Naik di 2027, Anggaran Pendidikan Difokuskan ke MBG

oleh -249 Dilihat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

KILASJATENG.ID – Pemerintah belum memasukkan rencana kenaikan gaji guru dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Meski pagu anggaran pendidikan meningkat menjadi Rp820,9 triliun, tambahan anggaran tersebut lebih diarahkan untuk penguatan fasilitas sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, hingga saat ini belum terdapat alokasi tambahan khusus untuk kenaikan gaji guru dalam RAPBN 2027. Menurutnya, pemerintah masih memprioritaskan penggunaan anggaran pendidikan untuk sejumlah program yang telah ditetapkan.

“Bukan berarti enggak mungkin, kan bisa saja sambil berjalannya waktu nanti kalau emang kita punya uang lebih dan emang dibutuhkan, kita bisa tambah juga, tapi sekarang belum direncanakan,” ujar Purbaya, dikutip Minggu (16/8/2026).

Purbaya menjelaskan, pemerintah memilih mengoptimalkan anggaran pendidikan yang tersedia untuk membiayai sejumlah program prioritas. Fokus tersebut mencakup pembangunan fasilitas sekolah unggul, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui program MBG.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 13,9 persen dibandingkan anggaran pendidikan 2026 yang mencapai Rp720,8 triliun.

Dari total anggaran pendidikan tersebut, sekitar Rp240 triliun disiapkan untuk program MBG. Dengan demikian, porsi MBG mencapai sekitar 29,2 persen dari total pagu pendidikan 2027.

Menurut Purbaya, anggaran MBG tersebut salah satunya digunakan untuk memperluas cakupan penerima manfaat. Pemerintah menargetkan program tersebut dapat menjangkau sekitar 60,6 juta jiwa pada 2027.

Besarnya porsi anggaran MBG menjadikan program pemenuhan gizi sebagai salah satu komponen utama dalam rancangan belanja pendidikan pemerintah tahun depan. Kenaikan pagu pendidikan pun tidak seluruhnya diarahkan untuk belanja pegawai, tetapi juga untuk program yang dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

PIP dan KIP Kuliah Tetap Dilanjutkan

Selain MBG, pemerintah tetap mempertahankan sejumlah program bantuan pendidikan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan.

Baca Juga  TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove, Perkuat Ketahanan Ekosistem Pesisir

Program Indonesia Pintar (PIP) ditargetkan dapat menjangkau 22,1 juta murid. Sementara Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah ditargetkan diberikan kepada sekitar 1,1 juta mahasiswa.

Purbaya menegaskan, optimalisasi anggaran pendidikan diarahkan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran secara lebih inklusif.

Dengan demikian, meskipun kenaikan gaji guru belum masuk dalam perencanaan RAPBN 2027, pemerintah masih membuka peluang untuk melakukan perubahan alokasi anggaran apabila kondisi fiskal memungkinkan dan kebutuhan tersebut dinilai mendesak.

Namun, untuk saat ini pemerintah memilih menjaga fleksibilitas fiskal dengan mengutamakan program pendidikan dan pemenuhan gizi yang telah ditetapkan sebagai prioritas dalam rancangan anggaran 2027.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan anggaran pendidikan tahun depan tidak secara otomatis diterjemahkan menjadi kenaikan belanja pegawai. Pemerintah masih menempatkan pembangunan fasilitas, peningkatan mutu pendidikan, perluasan akses, serta pemenuhan gizi sebagai prioritas utama. (ZCE)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News