KILASJATENG.ID- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mulai mendistribusikan living cost atau uang saku bagi jemaah haji Indonesia di Embarkasi Solo, Jumat 24 April 2026. Hal tersebut dilakukan sebagai salah bagian dari rangkaian pelayanan kepada Jemaah haji sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati mengatakan, proses distribusi living cost atau uang saku bagi jemaah haji Indonesia terus dilakukan secara bertahap di berbagai embarkasi di seluruh Indonesia. Termasuk di Embarkasi Solo.
“Petugas memastikan setiap jemaah menerima haknya dengan baik sebagai bagian dari komitmen pelayanan kepada jemaah haji Indonesia. Masing-masing jemaah mendapatkan uang saku atau living cost sebesar 750 Riyal Arab Saudi yang dapat digunakan sebagai bekal operasional selama berada di Tanah Suci,” ujarnya.
Sulistyowati menambahkan, pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, jemaah juga mendapatkan layanan One Stop Service di embarkasi. Melalui sistem ini, seluruh proses pelayanan dilakukan secara terintegrasi dalam satu lokasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengambilan data, pemasangan gelang identitas, pengecekan dokumen nusuk, hingga penerimaan uang saku atau living cost.
“Melalui pelayanan yang terintegrasi dan terencana, diharapkan seluruh proses keberangkatan jemaah haji Indonesia dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar menuju Tanah Suci,” paparnya.
Ia mengatakan, distribusi living cost kepada jamaah calon haji merupakan bagian dari tugas BPKH yang selama ini melakukan pengelolaan keuangan haji secara amanah dan profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh jemaah.
“BPKH diamanahkan untuk mengelola keuangan haji, dan dana haji terus tumbuh. Pada tahun 2025, BPKH memperoleh nilai manfaat sekitar Rp12 triliun dengan dana kelolaan total Rp180 T . Nilai manfaat tersebut didistribusikan kepada jemaah tunggu maupun jemaah yang berangkat,” jelasnya.
Sementara itu, proses distribusi living cost di Embarkasi Solo berjalan lancar. Salah satunya distribusi kepada Jemaah Calon Haji Kloter 6 asal Brebes. Begitu tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, para jemaah langsung mengikuti rangkaian layanan terpadu, termasuk penerimaan uang saku atau living cost.
Salah satu jemaah calon haji, Hardiyanto mengaku pemberian living cost tersebut sangat membantu kebutuhan selama menjalankan ibadah haji.
“Sangat membantu kami, terutama untuk membayar DAM dan sebagai pegangan selama berada di Arab Saudi,” pungkasnya.*


