ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga Ketapang-Gilimanuk Jadi 50 Ton untuk Perkuat Arus Logistik

oleh -287 Dilihat

KILASJATENG.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai meningkatkan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sebagai upaya memperkuat layanan penyeberangan sekaligus mendukung kelancaran arus logistik di lintasan Jawa-Bali.

Proyek peningkatan dilakukan pada satu dermaga di masing-masing pelabuhan. Di Pelabuhan Ketapang, dermaga ponton akan diubah menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan kapasitas hingga 50 ton. Sementara di Pelabuhan Gilimanuk, kapasitas dermaga MB yang telah beroperasi ditingkatkan dari 30 ton menjadi 50 ton sehingga mampu melayani kendaraan angkutan barang berbobot besar secara lebih optimal.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan proses pembongkaran dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang telah dimulai sebagai tahap awal pelaksanaan proyek.

Menurutnya, pembongkaran tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum memasuki pekerjaan konstruksi dan fabrikasi.

“Untuk material dan lain-lain, akan dirapatkan secara teknis. Termasuk untuk persiapan fabrikasi,” ujar Arief, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga  TTL Gandeng BRIN Petakan Biota Laut Teluk Lamong untuk Perkuat Pengelolaan Lingkungan

Arief menjelaskan, apabila proses pembongkaran berjalan sesuai jadwal, pembangunan fisik akan dimulai pada pekan ketiga atau keempat Agustus 2026. Seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kelancaran operasional penyeberangan di kedua pelabuhan.

Untuk Pelabuhan Ketapang, penyelesaian pembangunan dermaga baru ditargetkan rampung sebelum penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2027. Target tersebut dinilai realistis karena dermaga yang dibangun masih belum digunakan untuk operasional.

Sementara itu, peningkatan kapasitas dermaga di Pelabuhan Gilimanuk diprioritaskan selesai sebelum periode Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) mengingat fasilitas tersebut masih melayani aktivitas penyeberangan setiap hari.

“Kalau untuk yang di Gilimanuk, target kami akan kami kejar supaya bisa kami pakai di Nataru 2026 ini,” kata Arief.

Selain meningkatkan kapasitas dermaga, ASDP juga tengah mengupayakan penambahan jumlah dermaga di Pelabuhan Gilimanuk. Langkah tersebut dilakukan karena jumlah dermaga di sisi Bali saat ini masih lebih sedikit dibandingkan Pelabuhan Ketapang sehingga kapasitas layanan perlu terus ditingkatkan.

Baca Juga  KMP Mutiara Santosa 2 Terbakar di Perairan Utara Madura, Sekitar 250 Penumpang Dievakuasi

Menurut Arief, rencana penambahan dermaga masih dalam tahap koordinasi karena berkaitan dengan kebutuhan lahan dan proses perizinan.

“Masih berproses untuk penambahannya karena juga ada terkait lahan dan sebagainya. Jadi memang butuh koordinasi juga dengan teman-teman dari Pemda Jembrana,” ujarnya.

Peningkatan kapasitas dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk merupakan bagian dari strategi ASDP dalam memperkuat layanan penyeberangan nasional. Dengan kapasitas dermaga yang lebih besar, perusahaan berharap dapat meningkatkan daya angkut kendaraan, memperlancar distribusi logistik antarpulau, serta mengurangi antrean kendaraan yang dalam beberapa waktu terakhir kerap terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang.

Proyek tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional penyeberangan sekaligus mendukung konektivitas ekonomi antara Pulau Jawa dan Bali yang menjadi salah satu jalur logistik tersibuk di Indonesia. (SAP)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News