Ingin Lolos Hibah Penelitian? FKSI Telkom University Gelar Coaching Clinic Bersama Peraih Hibah 16 Tahun Berturut-turut

oleh -11 Dilihat

KILASJATENG.ID— Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKSI) Telkom University terus memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Coaching Clinic Proposal Penelitian Hibah Eksternal yang digelar 31 Juli 2026 di Hotel Novotel Bandung.

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun proposal penelitian yang kompetitif, relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri, serta memiliki peluang lebih besar memperoleh pendanaan dari lembaga nasional maupun internasional.

Wakil Dekan Bidang Akademik FKSI Telkom University, Dr. Martha Tri Lestari, menegaskan bahwa coaching clinic bukan sekadar pelatihan teknis penulisan proposal, melainkan bagian dari strategi membangun ekosistem riset yang kuat dan berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat baru bagi para dosen untuk semakin aktif mengajukan hibah penelitian. Semakin banyak proposal yang diajukan, semakin besar pula peluang FKSI menghasilkan riset yang berdampak,” ujarnya saat membuka acara.

Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Puji Lestari dari UPN Veteran Yogyakarta membagikan pengalaman panjangnya dalam meraih hibah penelitian eksternal. Hingga 2026, ia tercatat menerima hibah penelitian Dikti selama 16 tahun berturut-turut dengan total 20 judul penelitian.

Menurut Prof. Puji, keberhasilan memperoleh hibah eksternal bukan hanya soal mendapatkan dana penelitian, tetapi juga menjadi indikator kualitas akademik dan kepakaran seorang dosen.

“Hibah penelitian eksternal merupakan penanda kompetensi dosen dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Hasil riset harus bisa diimplementasikan untuk masyarakat, industri, dan pembelajaran. Aktivitas riset yang didanai pihak luar juga menguji kepakaran dosen dan mendukung pengembangan karier akademik, termasuk kenaikan jabatan fungsional,” jelasnya.

Baca Juga  Asesor LAMSPAK Prof Puji Lestari Ungkap Kunci Raih Akreditasi Unggul Program Studi

Dalam sesi pemaparan, Prof. Puji menekankan bahwa proposal yang kompetitif harus mampu menunjukkan beberapa unsur utama:

Urgensi penelitian yang mendukung kebijakan pemerintah

Gap penelitian yang jelas dan penting untuk diteliti.

Kebaruan (novelty) yang membedakan penelitian dari studi sebelumnya.

Metodologi yang relevan dan mampu menghasilkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat atau dunia industri.

Menghasilkan luaran sesuai skema penelitian

Roadmap penelitian yang dimiliki oleh pengusul

Ia juga mengingatkan bahwa setiap skema pendanaan memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda. Karena itu, peneliti perlu memahami secara mendalam persyaratan dan fokus program sebelum mengajukan proposal. Peneliti harus mencermati persyaratan administratif dan substansi sesuai template yang ada pada setiap skema. Ketidaksesuaian peryaratan administrasif seperti jumlah kata pada judul, abstrak, jumlah kata kunci, pendahuluan, penulisan daftar pustaka kerap menjadi kendala tidak lolosnya proposal tahap awal.

Coaching clinic ini tidak berhenti pada penyampaian materi. Sebanyak 17 proposal penelitian dosen FKSI telah diserahkan sebelumnya dan direview langsung oleh Prof. Puji. Proposal tersebut mencakup berbagai skema pendanaan, antara lain:

Hibah DPPM Dikti, Hibah RIIM BRIN dan Hibah LPDP

Para peserta memperoleh masukan detail mengenai struktur proposal, perumusan masalah, kebaruan penelitian, hingga strategi meningkatkan peluang lolos pendanaan pada seleksi administrasi dan substansi. Sesi diskusi dan konsultasi berlangsung interaktif karena dosen dapat membahas langsung gagasan penelitian yang sedang mereka kembangkan.

Baca Juga  Antisipasi Bullying dan Ciber Bullying, Prof Puji Lestari Temukan Teori Komunikasi Hati: Diterapkan di SMAN 1 Seyegan

Selain strategi keberhasilan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai kesalahan yang kerap menyebabkan proposal gagal memperoleh pendanaan, seperti:

Permasalahan dan rumusan masalah yang terlalu umum.

Gap dan kebaruan penelitian tidak terlihat.

Metode tidak selaras dengan tujuan penelitian

Anggaran tidak sesuai dengan metode, jadwal penelitian,dan ketentuan anggaran pemerintah

Luaran penelitian tidak terukur.

Ketidaksesuaian proposal dengan skema hibah yang dipilih.

Pembahasan ini dinilai penting agar dosen dapat melakukan perbaikan sebelum proposal diajukan secara resmi.

Dorong Reputasi Telkom University di Tingkat Nasional dan Global

Melalui penyelenggaraan coaching clinic ini, FKSI Telkom University menargetkan semakin banyak dosen yang aktif mengikuti kompetisi hibah penelitian tingkat nasional maupun internasional.

Peningkatan jumlah peraih hibah eksternal diharapkan tidak hanya mendongkrak produktivitas riset dosen, tetapi juga memperkuat reputasi akademik fakultas dan Telkom University sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam penelitian, inovasi, dan kontribusi bagi masyarakat.

Dengan pendampingan yang lebih terarah, FKSI optimistis proposal-proposal dosennya mampu bersaing di berbagai skema pendanaan dan menghasilkan riset yang memberi dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, industri, dan pembangunan sosial.
Di akhir acara ada ungkapan peserta yang merasakan banyak manfaat dan puas dengan coaching clinic ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News