Dosen Psikologi UMBY Bekali Psikolog Sulsel Strategi Menulis dan Pemanfaatan AI

oleh -2 Dilihat

KILASJATENG.ID- Dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Dr. Martaria Rizky Rinaldi, M.Psi., Psikolog, menjadi narasumber utama dalam webinar bertajuk “Writing Mindset dan Strategi Penggunaan AI dalam Menerbitkan Artikel di Jurnal Scopus” yang diselenggarakan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Acara yang digelar secara daring melalui Zoom tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut Musyawarah Wilayah HIMPSI Sulawesi Selatan 2026. Webinar diikuti oleh psikolog dan akademisi yang tergabung sebagai anggota HIMPSI Sulawesi Selatan.

Saat membuka kegiatan, Ketua HIMPSI Wilayah Sulawesi Selatan, Ahmad Rifdah, M.Psi., Psikolog, menegaskan pentingnya publikasi ilmiah bagi para praktisi psikologi sebagai sarana diseminasi pengetahuan.

“Psikolog tidak hanya memberikan layanan profesional, tetapi juga perlu menulis dan menyebarluaskan pengetahuan psikologi agar pengalaman praktik dan temuan penelitian memberikan manfaat yang lebih luas,” tegas Ahmad.

Dalam pemaparannya, Dr. Martaria membahas pentingnya membangun writing mindset yang produktif sebelum memasuki proses teknis penulisan. Menurutnya, salah satu hambatan terbesar dalam publikasi bukan semata-mata keterbatasan kemampuan, tetapi kecenderungan menunda, takut salah, dan menunggu tulisan menjadi sempurna.

Baca Juga  UPN "Veteran" Yogyakarta Dampingi UMKM Peci Al-Husni Perkuat Promosi Digital dan Luncurkan Layanan Pemesanan Peci Custom

[irp posts=”12169″ ]

“Menulis tidak harus dimulai dari naskah yang langsung sempurna. Yang terpenting adalah berani memulai, memiliki target yang realistis, lalu memperbaikinya secara bertahap,” kata Dr. Martaria.

Sebagai dosen sekaligus reviewer jurnal internasional bereputasi, Dr. Martaria juga membagikan strategi menyusun artikel agar memiliki peluang lebih besar diterima di jurnal terindeks Scopus. Materi mencakup cara menemukan ide penelitian, mengidentifikasi research gap, memperkuat kontribusi ilmiah, menyusun argumentasi, serta memilih jurnal yang sesuai dengan fokus dan kualitas naskah.

Tak hanya teori, para peserta yang terdiri dari kalangan psikolog dan akademisi juga diajak mempraktikkan langsung penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk merancang kerangka artikel dan mengevaluasi tata bahasa akademik. Namun, Martaria memberi catatan kritis terkait etika penggunaan teknologi tersebut.

“AI adalah alat bantu, bukan pengganti penulis. Ide, analisis, interpretasi hasil, verifikasi informasi, dan tanggung jawab terhadap isi tulisan tetap berada pada peneliti,” tegasnya.

Baca Juga  STT Warga OtoContest Vol 2 : Wadah Kreativitas Modifikasi Motor di Solo Raya

Ia juga mengingatkan para peneliti agar tidak mudah tergiur oleh klaim indeksasi semata. Penulis diimbau untuk selalu memeriksa reputasi penerbit, kejelasan proses editorial, serta kesesuaian aim and scope guna menghindari jurnal predator.

Pelatihan yang berlangsung interaktif selama tujuh jam ini mendapat respons sangat positif dari peserta. Sesi praktis mengenai integrasi AI secara etis dan trik menembus Scopus menjadi topik yang paling banyak memetik diskusi hangat. Melalui kegiatan ini, Dr. Martaria berharap dapat memicu semangat para psikolog di Indonesia untuk lebih produktif melahirkan karya ilmiah bereputasi.

“Semoga kegiatan ini dapat mendorong lebih banyak psikolog untuk aktif menulis, menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas, dan mendiseminasikan pengetahuan psikologi secara lebih luas kepada masyarakat,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News