KILASJATENG.ID – Menjelang perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Tim Survei dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan kunjungan langsung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara mendalam kesiapan infrastruktur pesantren legendaris tersebut sebagai calon tuan rumah forum tertinggi warga Nahdliyin.
“Tim Survei PBNU datang langsung untuk melihat kesiapan Lirboyo menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU pada Jumat, 5 Juli 2026,” ujar Juru Bicara Ponpes Lirboyo Kediri, HM. Abdul Mu’id Shohib (Gus Muid), di Kediri, Senin (6/7/2026).
Rombongan PBNU dipimpin oleh KH. Abdul Ghafur Maimoen dan KH. Muhibul Aman Aly, didampingi Imron Rosyadi Hamid, Nasrullah (Staf PBNU), serta Taufiq dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Kedatangan tim disambut hangat oleh jajaran pengasuh Ponpes Lirboyo, di antaranya KH. Adibusholeh Anwar, KH. Aminulloh Mahin, dan KH. Athoillah Anwar beserta jajaran pengurus pondok.
Fasilitas Komprehensif dan Akses Modern Jadi Nilai Plus
Dalam pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut, pihak Ponpes Lirboyo memaparkan kesiapan teknis mereka secara rinci, mulai dari sektor sarana prasarana, aksesibilitas, hingga sistem keamanan lapangan.
Gus Muid menegaskan bahwa dari segi geografis dan transportasi, posisi Lirboyo saat ini sangat strategis berkat kehadiran infrastruktur baru di Kediri.
“Saat ini Lirboyo sudah sangat siap secara teknis. Akses transportasi mudah melalui Bandara Dhoho Kediri, Bandara Juanda Surabaya, stasiun, dan terminal,” tutur Gus Muid.
Operasional Bandara Dhoho Kediri diakui menjadi nilai tambah yang signifikan karena memotong jarak tempuh bagi para peserta Muktamar, khususnya yang berasal dari luar Pulau Jawa. Selain itu, Lirboyo juga telah menyiapkan langkah antisipasi lainnya, meliputi:
1. Lahan Parkir Luas: Mampu menampung hingga ribuan unit kendaraan.
2. Akomodasi & Ruang Sidang: Penyediaan ruang sidang yang representatif serta fasilitas penginapan di lingkungan pondok maupun hotel-hotel sekitar.
3. Keamanan Terpadu: Seluruh area dipantau ketat melalui jaringan CCTV.
4. Layanan Kesehatan: Rumah Sakit Umum (RSU) Lirboyo serta beberapa rumah sakit rujukan di sekitar Kediri telah disiagakan.
Kantongi Apresiasi Positif dari Tim PBNU
Hasil peninjauan lapangan ini membuahkan respons positif dari tim pusat. Perwakilan Tim Survei PBNU, KH. Muhibul Aman Aly, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keseriusan pihak Lirboyo dalam mempersiapkan segala kebutuhan teknis.
“Semua sarana yang dibutuhkan sudah terpenuhi dengan sempurna,” puji Kiai Muhibul Aman Aly.
Apresiasi tersebut menjadi angin segar sekaligus suntikan motivasi bagi warga santri Lirboyo. Sebagai salah satu pesantren tertua yang berdiri sejak tahun 1910, menjadi tuan rumah Muktamar bukanlah hal baru. Ponpes Lirboyo tercatat pernah sukses menggelar agenda serupa pada Muktamar NU tahun 1999 silam.
“Kami berkomitmen penuh memberikan dukungan terbaik jika dipercaya lagi. Tujuannya agar Muktamar berlangsung lancar, tertib, aman, dan khidmat,” pungkas Gus Muid.
Jika nantinya resmi ditunjuk oleh PBNU, Muktamar ke-35 NU di Ponpes Lirboyo ini akan mengukir sejarah baru, memadukan kuatnya tradisi luhur pesantren dengan kesiapan fasilitas modern untuk menyambut ribuan kiai, ulama, dan utusan dari seluruh pelosok negeri. (ECF)

