BPBD Pasuruan Terus Salurkan Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan

oleh -341 Dilihat

KILASJATENG.ID – Meski belum berstatus darurat kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan tetap gencar melakukan dropping air bersih ke sejumlah desa yang terdampak. Seperti pada Rabu (10/9/2025) siang, truk tangki berisi ribuan liter air bersih disambut antusias warga Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan, dan Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang.

Ratusan warga berbondong-bondong keluar rumah membawa ember, jerigen, hingga bak kecil untuk menampung air sebanyak-banyaknya. Bagi mereka, kedatangan air bersih menjadi momen yang sangat ditunggu. “Seharian belum mandi, jadi pas datang airnya, saya langsung mandi,” ujar Siswono, warga Desa Sibon.

Hingga saat ini, BPBD mencatat ada 10 desa yang terdampak kekeringan. Rinciannya, lima desa di Kecamatan Pasrepan (Sibon, Klakah, Pasrepan, Petung, dan Ngantungan), empat desa di Kecamatan Lumbang (Karangjati, Pancur, Watulumbung, dan Bulukandang), serta satu desa di Kecamatan Winongan, yaitu Desa Kedungrejo.

Baca Juga  Harga Emas Antam Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026: Stagnan di Level Rp2,83 Juta per Gram

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menegaskan bahwa dropping air bersih merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat. Dalam sehari, BPBD menjadwalkan dua kali pengiriman air bersih dengan kapasitas 5 ribu liter per sekali angkut.

“Setiap desa kami salurkan air bersih hingga 10 ribu liter per harinya atau dua rate setiap hari,” kata Sugeng.

Ia menambahkan, distribusi dilakukan dengan menempatkan tangki di titik-titik strategis yang mudah dijangkau warga. Sugeng juga mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan bantuan air bersih yang disalurkan. “Sekarang kami lihat warga sudah lebih bijak dalam menggunakan air bersih yang kami kirimkan setiap harinya,” ujarnya.

Baca Juga  Misi Cetak Sejarah: Timnas Indonesia Siap Gempur Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Dropping air bersih ini diharapkan bisa meringankan beban warga sembari menunggu langkah lanjutan jika musim kemarau berkepanjangan. (VYK)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News