Pilkada Solo, Solo Raya Polling: Gusti Bhre dan Teguh Prakosa Bersaing Ketat

oleh -222 Dilihat
Ketua Soloraya Polling, Suwardi saat memberikan penjelasan mengenai survei keempat Pilkada Solo 2024. (Foto: Putri Sejati)
Ketua Soloraya Polling, Suwardi saat memberikan penjelasan mengenai survei keempat Pilkada Solo 2024. (Foto: Putri Sejati)

KILASJATENG.ID- Lembaga survei asal Kota Solo, Solo Raya Polling kembali menggelar survey jajak pendapat untuk mengetahui elektabilitas dan popularitas sejumlah nama calon yang sempat mencuat awal tahun lalu untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Solo 2024. 

Hasilnya, lagi-lagi dua kandidat calon wali kota Solo, Yakni Wali Kota Solo petahanan Teguh Prakosa dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunagoro X atau Gusti Bhre kembali bersaing ketat di posisi pertama. 

Ketua Soloraya Polling, Suwardi mengatakan, untuk survei kali keempat dalam rangkaian Pilkada Solo 2024 ini pihaknya mengambil sampel sebanyak 735 orang dengan metode cuplikan random sampling berbasis pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari Komisi Pemilihan umum (KPU) Kota Solo pada Pemilu 2024 lalu. 

“Sampling dilakukan di 105 titik yang tersebar di 54 kelurahan di Kota Solo dengan margin error 5 persen. Dimana untuk setiap titik kami mengambil tujuh orang sebagai responden yang kami nilai mewakili seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. 

Adapun hasil polling diketahui, dari sisi Popularitas, Wali Kota Solo, Teguh Prakosa menduduki posisi tertinggi dengan hasil 96 persen, sedangkan Gusti Bhre di posisi kedua dengan prosentase sebesar 85 persen. 

Baca Juga  Haryanto Jadi Sasaran KPK, Sejumlah Tanah di Banyumas Disita

“Posisi Teguh cenderung stabil sejak September 2023 hingga Juli/Agustus 2024 ini masih konsisten di angka 92 hingga 96 persen. Sedangkan Gusti Bhre dari September 2024 ke Maret 2024 sempat melonjak dari 36 persen ke 79 persen, namun di Mei sempat turun di angka 74 persen sebelum akhirnya naik lagi menjadi 86 persen di bulan Juli.Agustus ini,” papar Suwardi. 

Popularitas Teguh yang stabil, menurut Suwardi dikarenakan posisinya dulu sebagai Wakil Wali Kota (Wawali) Solo dan saat ini menjadi Wali Kota Solo. Sehingga wajar jika banyak masyarakat yang tahu sosoknya. 

“Hal ini konsisten dari survey pertama sampai yang kempat ini. Dimana posi pak Teguh tetap di nomor 1. Kemudian ada perubahan di posisi tiga dan empat. Posisi tiga pada survey lalu diduduki Her Suprabu berganti tempat dengan Astrid Widiyani. Untuk posisi kelima ada nama Sekar Tandjung,” ungkapnya. 

Teguh juga memimpin dari sisi Asseptabilitas. Kinerjanya sebagai Wawali dan Wali Kota Solo membuatnya mendapatkan nilai agregat 2845 dan rerata 3,9. Lebih tinggi dari Gusti Bhre yang mendapat nilai agregat 2737 dengan rerata 3,85. 

Baca Juga  Bank Jateng dukung desa berkinerja terbaik melalui DID – ANTARA Jateng

Sedangkan dari sisi kecocokan calon pemimpin, masyarakat lebih condong dengan Gusti Bhre. Penguasa Pura Mangkunegaran tersebut mendapat nilai agregat 2728 dan rerata 3,93. Sedangkan untuk Teguh berada di posisi kedua dengan nilai agregat 2859 dan rerata 3,91.

“Artinya, secara kinerja masyarakat mengakui Pak Teguh, namun lebih cocok Gusti Bhre sebagai wali kota selanjutnya,” jelas Suwardi. 

Dari sisi elektabilitas, Mangkunagoro X juga kembali berada di posisi puncak dengan prosentase 49,7 persen, sedangkan Teguh di posisi kedua dengan prosentase 37,3 persen. Hal tersebut menurut Suwardi merupakan hal yang menarik sebab pada survei Mei Gusti Bhre hanya mendapat prosentase 35,9 persen sedangkan Teguh sebesar 61,6 persen. 

“Disurvei ini Gusti Bhre melejit. Kenapa? karena dulu Gusti Bhre belum menunjukkan keseriusannya. Sedangkan untuk Juli-Agustus ini sudah terlihat keseriusannya dalam ajang pilkada, sehingga pemilih Teguh beralih ke Gusti Bhre,” jelas Suwardi.*

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News