Dari Ruang Belajar ke Panggung Bergengsi, Begini Cara Asmat Pro Asah Bakat Model Cilik Yogyakarta

oleh -2 Dilihat

KILASJATENG.ID – Panggung fashion bukan hanya tempat untuk memamerkan busana rancangan desainer. Bagi anak-anak dan remaja yang tengah belajar modeling, kesempatan melangkah di atas catwalk juga menjadi ruang untuk mengasah keberanian, membangun kepercayaan diri, dan mengenal industri fashion sejak dini.

Semangat itulah yang dihadirkan Asmat Pro Group melalui Asmat Pro Showcase dalam gelaran Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026 di Jogja City Mall, Yogyakarta, Minggu (11/10/2026).

Showcase tersebut memberi kesempatan kepada para murid Asmat Pro untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung fashion yang mempertemukan desainer, model, dan pelaku industri kreatif dari berbagai daerah.

Tidak hanya anak-anak dan remaja, panggung ini juga melibatkan ibu-ibu dari murid Asmat Pro. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa dunia modeling dapat menjadi ruang belajar dan berekspresi bagi berbagai kelompok usia.

Owner Asmat Pro Group, Panji Anom, mengatakan kesempatan tampil di acara berskala besar menjadi bagian penting dari proses pembelajaran para murid. Menurutnya, kemampuan modeling tidak cukup diasah melalui latihan di kelas, tetapi juga membutuhkan pengalaman langsung di atas panggung.

“JFR event besar. Para model yang pernah belajar, dan sudah pernah tampil di event gelar busana lain, perlu menambah jam terbang. Pengalaman itu penting. Karena itu, kami gelar showcase ini. Diharap, para murid Asmat Pro makin eksis,” ujar Panji.

Menurut dia, pengalaman tampil di hadapan penonton memberikan kesempatan kepada para murid untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun kesiapan menghadapi panggung yang lebih besar.

Pengalaman di Catwalk Jadi Bekal Anak Mengembangkan Bakat

Bagi para model cilik, pengalaman tampil dalam Asmat Pro Showcase bukan sekadar kesempatan mengenakan busana rancangan desainer. Mereka juga mendapatkan pengalaman baru untuk mengatasi rasa gugup dan menunjukkan kemampuan di hadapan banyak orang.

Lenonina Abrya Kinandra, murid Global Islamic School 3 yang berdomisili di Yogyakarta, mengaku senang dapat mengikuti fashion show JFR 2026 bersama Asmat Pro.

“Saya senang bisa ikut tampil dalam fashion show Jogja Fashion Rendezvous 2026 bersama Asmat Pro. Pengalaman ini sangat menyenangkan karena saya bisa belajar tampil lebih percaya diri di atas panggung, sekaligus mengenal dunia fashion lebih dekat. Terima kasih kepada Asmat Pro yang telah memberikan kesempatan dan pengalaman berharga ini,” tuturnya.

Pengalaman serupa dirasakan Wynnelle Valencia Hambali, murid Sekolah Dasar Budi Utama yang juga tinggal di Yogyakarta. Ia menyebut kesempatan berjalan di atas catwalk menjadi pengalaman berkesan sekaligus ruang untuk menunjukkan penampilan terbaiknya.

Baca Juga  Terbesar di Kota Solo, 220 Tim Ikuti Benning X Padel Lions 2026

“Bisa ikut fashion show Jogja Fashion Rendezvous 2026 bersama Asmat Pro menjadi pengalaman yang seru dan berkesan bagi saya. Saya senang bisa berjalan di atas panggung, menunjukkan penampilan terbaik, dan mendapatkan pengalaman baru. Semoga Asmat Pro semakin sukses dan terus memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat di dunia fashion,” katanya.

Sementara itu, Alvirra Shaquille Putri Grehenson, murid SDN Bibis, mengaku bangga menjadi bagian dari perhelatan tersebut. Baginya, kesempatan tampil di hadapan banyak orang menjadi pengalaman untuk melatih keberanian dan meningkatkan rasa percaya diri.

“Saya merasa senang dan bangga bisa menjadi bagian dari fashion show Jogja Fashion Rendezvous 2026 bersama Asmat Pro. Kegiatan ini membuat saya semakin berani tampil di depan banyak orang dan belajar untuk lebih percaya diri. Terima kasih kepada Asmat Pro atas kesempatan yang diberikan. Semoga ke depannya semakin banyak acara menarik yang bisa diikuti bersama Asmat Pro,” ujarnya.

Pengalaman ketiga model cilik tersebut menunjukkan bahwa panggung fashion dapat menjadi salah satu sarana bagi anak-anak untuk mengenali potensi diri. Kesempatan tampil secara langsung juga memberi mereka pengalaman berinteraksi dengan lingkungan industri kreatif sejak usia dini.

Sepuluh Desainer Dukung Asmat Pro Showcase

Asmat Pro Showcase dalam JFR 2026 turut melibatkan sepuluh perancang dan label busana yang menghadirkan karya untuk diperagakan para model.

Mereka adalah Ant’s Collection by Anton Setiawan, Maximal by Atik Prasetya, Molek by Devita Ashria, Galery Janome, Batik Bocah, Esaje Sikop by Anitasari, Kyana Attire by Dewi Arini, Hastamy Batik, Kebaya Jogja by Duarte, serta Tatok Prihasmanto X Batik Mas’e.

Kolaborasi tersebut memberi kesempatan kepada para murid Asmat Pro untuk mengenakan beragam karya busana sekaligus mempertemukan model dengan para desainer dalam satu panggung.

Ada pula penampilan khusus dari Galery Janome yang diperagakan oleh para ibu dari murid Asmat Pro, yakni Qiara, Nadia, Gabby, Sabina, Manda, dan Gween.

Keterlibatan para ibu menjadi salah satu warna tersendiri dalam showcase tersebut. Panggung fashion tidak hanya menjadi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat, tetapi juga membuka kesempatan bagi orang dewasa untuk ikut berekspresi.

Panji menilai kesempatan tampil menjadi salah satu keunggulan yang dapat mendukung proses pembelajaran modeling. Menurutnya, anak-anak yang memiliki potensi perlu memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Baca Juga  600 Peserta Bakal Ramaikan Tour de Surakarta 2026

“Yang kami tampilkan, dari anak kecil hingga remaja. Ini kesempatan menebalkan bakat. Dengan bisa tampil, anak yang punya potensi akan makin tersemangati. Dan itu berkontribusi bagus untuk masa depannya. Orangtua jadi senang. Memaksimalkan bakat anak,” tandasnya.

JFR 2026 Perluas Ruang bagi Generasi Baru Fashion

Asmat Pro Showcase menjadi bagian dari rangkaian Jogja Fashion Rendezvous 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Jogja City Mall. Memasuki penyelenggaraan tahun ke-12, JFR mengusung tema “NAVARUPA” yang menyoroti keberagaman bentuk, identitas, dan ekspresi dalam industri fashion.

Ajang ini menghadirkan 77 desainer dari berbagai daerah di Indonesia melalui tujuh sesi peragaan busana selama tiga hari. Para desainer datang dari sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi.

Selain menghadirkan lebih dari 50 model profesional, JFR 2026 melibatkan 250 model anak-anak dan remaja, lebih dari 10 model plus-size, serta 20 model mature.

Komposisi tersebut memperlihatkan upaya penyelenggara untuk membuka panggung fashion bagi kelompok dengan usia dan karakter tubuh yang beragam.

Menurut Nyudi Dwijo dari Asmat Pro Group, JFR tidak hanya dirancang sebagai pertunjukan busana, tetapi juga sebagai ruang pertemuan bagi berbagai elemen industri kreatif.

“Navarupa kami hadirkan sebagai representasi bahwa fashion selalu bergerak dan berkembang. Tradisi tetap penting, tetapi kreativitas dan inovasi juga harus berjalan agar fashion Indonesia mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitasnya,” ujar Nyudi.

Rangkaian JFR 2026 juga menghadirkan JFR EXPO yang menampilkan tujuh brand, serta Sleman Halal Fashion & Craft 2026 yang diikuti 22 industri kecil dan menengah (IKM) Sleman bersertifikat halal. Ada pula Exclusive Show Tunggal Hyaya by Ella Muwafig dengan tema “Cahaya Nusantara”.

Melalui rangkaian acara tersebut, JFR mempertemukan desainer, model, brand, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem kreatif.

Bagi Asmat Pro Group, keberlanjutan JFR selama 12 tahun menjadi modal untuk terus mengembangkan industri fashion di Yogyakarta. Di dalam ekosistem itu, kesempatan bagi model anak-anak dan remaja untuk tampil di panggung besar menjadi bagian dari proses regenerasi.

Melalui Asmat Pro Showcase, pengalaman berjalan di atas catwalk tidak berhenti sebagai penampilan sesaat. Bagi para murid, kesempatan tersebut menjadi bekal untuk mengenal dunia fashion, mengasah keberanian, dan membuka peluang mengembangkan bakat pada masa mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News