Muktamar NU ke-35 Tetapkan 9 Kiai Anggota AHWA, KH Nurul Huda Raih Suara Terbanyak

oleh -387 Dilihat

KILASJATENG.ID – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang menetapkan sembilan kiai sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil rekapitulasi suara dari enam bilik atau panel pemilihan.

Dalam proses pemilihan tersebut, total terdapat 4.703 suara yang diberikan kepada 34 nama calon anggota AHWA. Dari hasil rekapitulasi, KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso memperoleh suara terbanyak dengan 485 suara.

Posisi kedua ditempati TGK KH Nuruzzahri Yahya atau yang dikenal sebagai Waled Nu dengan perolehan 477 suara. Perolehan suara keduanya hanya terpaut delapan suara.

Sementara itu, AG Dr KH Baharuddin HS, MA menempati posisi ketiga dengan memperoleh 392 suara.

Berikut sembilan ulama yang memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai anggota AHWA Muktamar NU ke-35:

Baca Juga  ESDM Proyeksi Konsumsi LPG 3 Kg Capai 8,67 Juta MT pada 2026

KH Nurul Huda Djazuli (Ploso) – 485 suara
TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) – 477 suara
AG Dr KH Baharuddin HS, MA – 392 suara
KH Miftachul Akhyar – 350 suara
KH Afifuddin Muhajir – 339 suara
KH Anwar Iskandar – 326 suara
KH Anwar Manshur (Lirboyo) – 303 suara
Prof Dr KH Said Aqil Siroj – 273 suara
Dr KH Abun Bunyamin, MA – 268 suara

Sembilan nama tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai anggota AHWA terpilih dalam Muktamar NU ke-35.

Penetapan AHWA menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Muktamar NU ke-35. AHWA memiliki posisi strategis dalam mekanisme pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus menjadi wadah para ulama dalam menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi.

Baca Juga  Muktamar NU, Gus Ipul Sebut Pemilihan Ketum dan Rangkap Jabatan Jadi Sorotan

Komposisi anggota AHWA kali ini juga menunjukkan keterwakilan ulama dari sejumlah pesantren dan wilayah di Indonesia. Beberapa di antaranya berasal dari lingkungan pesantren besar seperti Ploso dan Lirboyo, serta ulama NU dari berbagai daerah.

Kehadiran para kiai sepuh dalam AHWA diharapkan dapat memperkuat peran ulama dalam menentukan arah kepemimpinan NU. Mekanisme tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keputusan strategis organisasi agar tetap berpijak pada tradisi keulamaan dan prinsip kemaslahatan.

Dengan ditetapkannya sembilan anggota AHWA, tahapan Muktamar NU ke-35 selanjutnya akan memasuki agenda penting terkait peran AHWA dalam menentukan Rais Aam PBNU. (HYE)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News