Green Impact Project 2026: Ketika Anak Muda Jawab Persoalan Lingkungan Lewat Aksi Nyata

oleh -3 Dilihat
Babak final Green Impact Project 2026 tercatat lima tim mahasiswa yang berhasil menembus tahap akhir dan mempresentasikan hasil implementasi program mereka di hadapan dewan juri yang terdiri atas pakar lingkungan, praktisi media, pegiat lingkungan, dan jurnalis ekonomi hijau di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Sabtu 28 Agustus 2026. (Foto: Putri Sejati)
Babak final Green Impact Project 2026 tercatat lima tim mahasiswa yang berhasil menembus tahap akhir dan mempresentasikan hasil implementasi program mereka di hadapan dewan juri yang terdiri atas pakar lingkungan, praktisi media, pegiat lingkungan, dan jurnalis ekonomi hijau di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Sabtu 28 Agustus 2026. (Foto: Putri Sejati)

KILASJATENG.ID– Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bersama Solopos Media Group menggelar Green Impact Project 2026 bertema Green Campus Sadar Lingkungan: “Be There, Witness the Impact”, untuk mendorong generasi muda melakukan aksi nyata dengan mewujudkan gagasan menjawab persoalan lingkungan. 

Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara mengatakan Green Impact Project menjadi bukti generasi muda memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan.

“Ratusan ide terkumpul selama Green Impact Project 2026 dengan beragam gagasan yang dibawa para anak muda hingga akhirnya setelah melalui proses seleksi hanya menyisakan lima tim di babak final yang terselenggara hari ini. Melalui ini pula kita menyaksikan bahwa generasi muda tidak berhenti di gagasan saja, tapi berani melangkah untuk menjawab tantangan lingkungan,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam final Green Impact Project 2026 bertema Green Campus Sadar Lingkungan: “Be There, Witness the Impact” di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Sabtu 28 Agustus 2026. 

Mutiara menilai keberagaman gagasan tersebut justru memperlihatkan keberanian anak muda untuk mengambil bagian sebagai solusi atas persoalan lingkungan. Karena itu, pihaknya berharap para mahasiswa yang terlibat dapat berkembang menjadi generasi yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Di balik keberagaman itu, saya melihat bahwa keberanian untuk menjadi bagian solusi itu ada. Harapannya Green Impact Project ini bisa melahirkan gagasan baru, tapi juga hasil dan solusi baru dan udah-mudahan kalian ini nanti menjadi pemimpin hijau Indonesia,” katanya.

Baca Juga  Antisipasi Bullying dan Ciber Bullying, Prof Puji Lestari Temukan Teori Komunikasi Hati: Diterapkan di SMAN 1 Seyegan

Dia menekankan setiap ide yang dirancang dengan sungguh-sungguh dapat menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih besar. Karena itu, Mutiara meminta peserta tetap membawa semangat tersebut meskipun rangkaian kompetisi telah berakhir.

 “Setiap ide yang lahir dari Green Impact Project dan setiap solusi yang dirancang dengan sungguh-sungguh itu adalah awal untuk sesuatu yang menjadikan dunia ini lebih baik. Jadi, teruslah berani berpikir, berkolaborasi, menghasilkan, dan memberikan dampak. If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, pentingnya untuk memikirkan aspek keberlanjutan dalam inovasi yang diusung para finalis Green Impact Project. Sehingga tidak hanya berhenti sebagai produk kreatif yang dipamerkan, tetapi harus memiliki model bisnis agar terus berjalan.

Menurut Respati, aspek ekonomi menjadi salah satu kunci agar inovasi lingkungan dapat bertahan. Pengelolaan sampah yang mampu menghasilkan nilai ekonomi juga berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

“Yang harus ditekankan dari proyek ini adalah business model. Syaratnya, hasilnya, semuanya harus bisa berkelanjutan secara bisnis. Sebab selama ini inovasi pengolahan  sampah diproses menjadi sesuatu yang kreatif, dipamerkan, kemudian mendapat tepuk tangan. Tetapi apakah setelah itu tetap dibeli? Apakah tetap digunakan?” ujarnya.

Respati kemudian mendorong para mahasiswa untuk terlibat dalam edukasi lingkungan kepada generasi yang lebih muda. Dia mengajak mahasiswa turun langsung ke sekolah-sekolah di Solo.

“Saya ingin mengajak teman-teman mahasiswa datang ke sekolah-sekolah kita, SD dan sekolah menengah, untuk mengajari adik-adik tentang bahaya terhadap lingkungan, bahaya polusi, pencemaran air, dan berbagai persoalan lainnya,” katanya.

Baca Juga  Film Baby Udon, Kisah Kehilangan dan Harapan Fanny Kondoh yang Diangkat ke Layar Lebar

Dia berharap aksi lingkungan yang dilakukan mahasiswa dapat direplikasi sehingga dampak kegiatan tidak berhenti setelah Green Impact Project selesai.

“Saya berharap aksi seperti ini bisa diduplikasi dan terus dilakukan,” ujarnya.

Ditambahkan, Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya UNS, Prof. Dr. E. Muhtar. Green Impact Project diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan berkembang menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan aksi nyata dari lingkungan kampus hingga masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi ruang berkolaborasi dan melahirkan aksi-aksi nyata dari lingkungan kampus dan lingkungan masyarakat kita,” kata Muhtar.

Sementara itu, dalam babak final Green Impact Project 2026 tercatat lima tim mahasiswa yang berhasil menembus tahap akhir dan mempresentasikan hasil implementasi program mereka di hadapan dewan juri yang terdiri atas pakar lingkungan, praktisi media, pegiat lingkungan, dan jurnalis ekonomi hijau.

Berdasarkan penilaian dewan juri Tim Eco Juris dari Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih trofi juara gagasannya mengangkat pengelolaan limbah organik kantin melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Dimana Maggot dimanfaatkan sebagai pakan lele dalam sistem budikdamber, sementara kasgot dan air hasil budidaya diolah menjadi pupuk organik sehingga limbah dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.(*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News