Hadiri CEO Gathering di Solo, Mendag Targetkan Transaksi TEI 2026 Lampaui Tahun Lalu

oleh -1 Dilihat
Mendag Budi Santosa saat menghadiri CEO Gathering untuk Calon Peserta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Alila Solo, Jawa Tengah, Kamis 20 Agustus 2026. (Foto: Putri Sejati)
Mendag Budi Santosa saat menghadiri CEO Gathering untuk Calon Peserta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Alila Solo, Jawa Tengah, Kamis 20 Agustus 2026. (Foto: Putri Sejati)

KILASJATENG.ID– Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santosa berharap pelaksanaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 bisa melampaui target tahun lalu. Baik dari sisi transaksi maupun jumlah buyer. 

“Harapan kita mudah-mudahan Trade Expo Indonesia tahun ini targetnya bisa tercapai dan melampaui tahun lalu karena jumlah pesertanya lebih banyak ini. Tahun lalu pesertanya 8.045 dengan transaksinya USD 22,8 miliar. Mudah-mudahan nanti meningkat lebih bagus, termasuk juga buyer dan peningkatan ekspornya,” ujarnya usai menghadiri CEO Gathering untuk Calon Peserta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Alila Solo, Jawa Tengah, Kamis 20 Agustus 2026. 

Mendag mengatakan, TEI ke-41 Tahun 2026 akan digelar 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Dimana pada acara ini akan menghadirkan beberapa jenis buyer, termasuk buyer khusus furniture. Karena itu, pihaknya mengajak Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) untuk bergabung. 

“Jadi nanti kita juga ada produk khusus furniture, ya. Harapan kita adalah furniture ini terus meningkat ekspornya. Karena nanti di Trade Expo ini tentu ada beberapa jenis buyer, ya. Kita sosialisasikan di beberapa negara dan mudah-mudahan sebelum Trade Expo berjalan kita sudah ada business matching dulu dengan pelaku usaha. Karena target kita itu sebelum buyer datang, peserta Trade Expo yang sudah mendaftar itu kita ikutkan business matching, jadi mempertemukan secara online dengan calon buyer yang akan datang. Jadi ketika sudah ada di Indonesia, ya otomatis mereka akan terjadi kontrak dagang,” paparnya. 

Ia menambahkan, setelah TEI berakhir pihaknya akan terus melakukan monitoring untuk memastikan kontrak dagang yang terjalin selama pameran terealisasi dengan baik. “Jadi kita itu tadi, yang pertama tahapannya business matching, kemudian pembelian di fairground, dan yang ketiga itu kita lakukan monitoring. Jadi ketika pelaku usaha sudah transaksi dagang, sudah kontrak dagang, kita pastikan bahwa proses atau realisasi dari kontrak dagang itu berjalan dengan baik,” jelasnya. 

Baca Juga  Pariwisata Makin Bergairah, 7,45 Juta Wisman Kunjungi Indonesia hingga Semester I-2026

Budi menyampaikan, TEI merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperluas akses pasar ekspor nasional sekaligus mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer dari berbagai negara.“Trade Expo Indonesia menjadi momen penting di tengah berbagai kesepakatan perdagangan internasional yang dilakukan oleh Indonesia seperti EU-CEPA, Perjanjian Dagang, hingga kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat. 

“Diharapkan bagi para pelaku industri Furniture dan Home Decor dapat memanfaatkan terbukanya akses pasar tersebut. Kemudahan akses pasar yang sudah disiapkan oleh Kementerian Perdagangan dapat dijadikan sebagai langkah terbuka untuk memperluas pasar dunia dan memperkuat posisi produk di pasar nasional hingga pasar dunia.” ujarnya.

Ditambahkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi. Melalui Trade Expo Indonesia, kesiapan produk-produk lokal dapat tampil sebagai simpul utama perdagangan dunia. Kesiapan ini didukung penuh oleh kualitas produk nasional yang berdaya saing tinggi, inovasi yang berkelanjutan, hingga komitmen kuat dalam mendukung pemenuhan produk yang berstandar internasional.

“Kolaborasi strategis yang terjadi pada sektor Mebel dan Kerajinan diproyeksikan dapat mengisi ruang pameran baru. Industri ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik Trade Expo Indonesia sebagai hub serta pusat sourcing utama pada produk-produk unggulan Indonesia bagi para Buyers internasional” ujarnya.

Baca Juga  Kemenhub Tegas! Truk ODOL Mulai Ditindak Lewat ETLE HUB pada 2027
Mendag Budi Santosa saat menghadiri CEO Gathering untuk Calon Peserta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Alila Solo, Jawa Tengah, Kamis 20 Agustus 2026. (Foto: Putri Sejati)
Mendag Budi Santosa saat menghadiri CEO Gathering untuk Calon Peserta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Alila Solo, Jawa Tengah, Kamis 20 Agustus 2026. (Foto: Putri Sejati)

Sementara itu, Kepala Umum HIMKI, Abdul Sobur mengatakan, TEI sudah disiapkan secara matang oleh pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk mendukung industri di Indonesia salah satunya industri Furniture dan Home Decor. 

“Dengan segala upaya dukungan dan program yang sudah disiapkan di Trade Expo Indonesia, kami berharap industri Furniture dan Home Decor dapat menembus angka penjualan 6 miliar USD dalam target ekspor yang telah dicanangkan oleh Kementerian Perdagangan,” kata dia. 

Dalam kegiatan CEO Gathering sendiri sekaligus dilaksanakan penandatanganan  MoU antara PT Debindomulti Adhiswasti selaku penyelenggara TEI ke-41 Tahun 2026 dengan HIMKI sebagai kemitraan strategis untuk pengisian Paviliun Furniture dan Home Decor dalam mendukung kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. 

Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana mengatakan,  sebagai penyelenggara kegiatan Trade Expo Indonesia, pihaknya terus berkomitmen untuk menghadirkan platform pameran yang profesional serta membuka pengembangan pasar ekspor. 

Melalui kolaborasi yang dilakukan, diharapkan Trade Expo Indonesia dapat memperkuat posisi industri Furniture dan Home Decor nasional dengan mempertemukan antara pelaku usaha Indonesia dan mitra strategis dari berbagai negara.

“Trade Expo Indonesia siap menjadi jembatan bagi industri Furniture dan Home Decor Indonesia untuk melangkah maju ke pasar internasional. Kehadiran Buyers dan mitra strategis diharapkan dapat memperluas jaringan pasar serta mendorong terbentuknya kemitraan bisnis yang berkelanjutan. Melalui Trade Expo Indonesia, kami ingin menjadikan momentum yang besar untuk memperkenalkan dan meningkatkan daya saing produk industri Furniture dan Home Decor di pasar global,” pungkasnya.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News