Kolaborasi STAPA Center dan HKTI Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

oleh -349 Dilihat

KILASJATENG.ID – Yayasan STAPA Center, di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”, terus memperkuat komitmennya dalam mendorong modernisasi sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Yayasan STAPA Center bekerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyalurkan dukungan alat pertanian berupa mesin panen dan olah tanah yang disertai dengan pendampingan bagi ratusan petani yang tergabung dalam 50 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Hal ini sejalan dengan fokus keberlanjutan ”Sampoerna untuk Indonesia” yang menjalankan beragam inisiatif untuk berkontribusi pada pembangunan nasional.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis dalam acara Temu Tani yang berlangsung di Taman Edukasi D’Embung Park Pandanmulyo, Malang, Jawa Timur, pada Jumat (17/7/2026). Kehadiran bantuan ini menjadi bentuk sinergi antara berbagai pemangku kepentingan dalam memondernisasi praktik panen tanaman pangan seperti padi di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kegiatan penyaluran bantuan turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Ketua DPD HKTI Jatim Arum Sabil. Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan peninjauan stan pameran produk pertanian dan UMKM lokal, yang mencerminkan dukungan berbagai sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan usaha masyarakat.

Baca Juga  Liburan Sekolah, Aktivitas Anak Meningkat dan Rutinitas Perawatan Diri Jadi Momen Kebersamaan Keluarga

Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum HKTI Sudaryono mengatakan bahwa pemerintah mendukung penuh inovasi dan pemanfaatan alat pertanian modern guna mengoptimalkan hasil panen. Pemanfaatan teknologi seperti mesin panen dan olah tanah sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Lebih lanjut, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian ingin mendorong anak muda untuk ikut terlibat aktif dalam sektor pertanian. Dengan memanfaatkan alat yang lebih modern dapat menjadi daya tarik untuk menjaring mereka.

“Kalau untuk membangkitkan anak-anak muda ini menjadi petani, ini perlu support kekinian, yang modern, mungkin seperti drone, mungkin seperti alat pertanian yang agak canggih,” katanya dalam sambutan.

Sementara itu, Ketua DPD HKTI Jatim Arum Sabil menyampaikan apresiasinya atas sinergi pengadaan mesin panen dan olah tanah yang meningkatkan efisien proses panen ini. Kenaikan produktivitas lahan per hektar memang perlu didukung benih yang baik, pupuk dan air yang cukup ditambah dengan irigasi dan peralatan pendukungnya.

Baca Juga  Piala Presiden 2026 Digelar 25 Juli-6 Agustus, Delapan Klub Siap Bersaing di Bandung dan Surabaya

“Atas nama keluarga besar HKTI Jawa Timur kami ucapkan terima kasih kepada Sampoerna berkat support bantuan alat-alat pertaniannya. Saya yakin ini sebenarnya berkat silaturahmi yang baik antara Ketua Umum DPP HKTI dengan lintas organisasi dan pelaku usaha,” ujarnya.

Mesin panen dan olah tanah ini telah melalui kajian oleh perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan dirancang khusus untuk menjawab kondisi lahan kecil, serta dapat digunakan pada lahan datar maupun terasering. Penyerahan bantuan alat ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi para petani dan mendukung agenda ketahanan pangan pemerintah.

Melalui kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan organisasi petani, penggunaan teknologi pertanian modern diharapkan semakin meluas dan dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak petani lokal di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor memiliki peran penting dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terciptanya kesejahteraan petani yang berkelanjutan. (EQM)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News