Perkuat Keandalan Infrastruktur Gas Nasional, PGN Tegaskan Komitmen Keselamatan Migas Bersama Kementerian ESDM

oleh -376 Dilihat

KILASJATENG.ID – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina mempertegas komitmennya dalam memperkuat implementasi keselamatan minyak dan gas bumi (migas). Langkah ini diambil sebagai fondasi utama dalam menjaga keandalan infrastruktur gas bumi nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam acara Kegiatan Audiensi Umum dengan Pembina Sektor Keselamatan Hilir Migas di Lingkungan Subholding Gas PGN yang diselenggarakan di Kantor Pusat PGN, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan strategis ini menghadirkan Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi, Direktorat Jenderal Migas, Kementerian ESDM, Joko Hadi Wibowo, selaku Pembina Sektor Keselamatan pada kegiatan usaha Migas. Hadir pula jajaran Direksi PGN, di antaranya Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Mirza Mahendra, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Hery Murahmanta, Direktur Manajemen Risiko Eri Surya Kelana, serta Direktur Komersial Aldiansyah Idham.

Keselamatan: Pilar Utama Menuju Swasembada Energi
Dalam paparannya, Joko Hadi Wibowo menekankan bahwa aspek keselamatan merupakan salah satu pilar utama untuk mendukung swasembada energi nasional. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM), penguatan budaya keselamatan, pencapaian Zero Unplanned Shutdown, serta peningkatan keandalan instalasi menjadi bagian krusial dalam menjamin pasokan energi yang aman, andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

“Keselamatan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan kegiatan usaha migas. Implementasi SMKM yang konsisten serta penguatan budaya keselamatan menjadi kunci untuk melindungi pekerja, masyarakat, dan lingkungan. Sinergi antara regulator dan badan usaha perlu terus diperkuat agar budaya keselamatan menjadi bagian yang melekat dalam setiap aktivitas operasional,” ujar Joko.

Merespons hal tersebut, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, menyatakan bahwa sebagai pengelola jaringan infrastruktur gas bumi terbesar di Indonesia, PGN menempatkan keselamatan di atas segalanya.

“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam menjalankan operasional Subholding Gas. Implementasi HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) tidak hanya menjadi kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi budaya kerja yang terus kami perkuat agar seluruh infrastruktur gas bumi dapat beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan,” tegas Mirza.

Perluas Penerapan HSSE di Seluruh Rantai Bisnis
Sebagai operator yang beroperasi di 18 provinsi, PGN melayani berbagai segmen pelanggan baik melalui jaringan pipa maupun beyond pipeline. PGN terus memperkuat penerapan HSSE secara menyeluruh pada seluruh rantai bisnis, mulai dari pengelolaan pasokan, transmisi, distribusi, LNG, CNG, hingga pengolahan gas bumi.

Baca Juga  Perkuat Layanan Prima, Terminal Teluk Lamong Gelar Pelatihan Komunikasi Efektif bagi Pegawai

Langkah konkret penguatan ini diwujudkan melalui:

1. Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) secara berkala.

2. Pelaksanaan Management Walkthrough (MWT) dan Management on Duty (MoD).

3. Agenda CEO Safety Talk untuk menyamakan visi keselamatan.

4. Peningkatan kompetensi pekerja dan evaluasi berkelanjutan terhadap keandalan aset.

Rapor Hijau Kinerja HSSE PGN per Mei 2026
Komitmen PGN bukan sekadar slogan. Hingga Mei 2026, Subholding Gas ini berhasil membukukan capaian positif di bidang keselamatan dan lingkungan, di antaranya:

1. 484 Juta Jam Kerja Selamat (Safe Man Hours).

2. Pelaksanaan 48 MWT dan 23 MoD.

3. Apresiasi berupa 15 Penghargaan Patra Nirbhaya dan 5 Patra Karya Raksa.

4. Raihan 4 PROPER Emas dan 5 PROPER Hijau untuk pengelolaan lingkungan.

Melalui audiensi ini, PGN dan Ditjen Migas sepakat untuk terus mempererat sinergi, terutama dalam mitigasi risiko, inspeksi keselamatan, dan peningkatan kompetensi SDM. Ke depan, kolaborasi erat dengan regulator ini diharapkan mampu memastikan operasional PGN berjalan efisien, aman, serta memberikan nilai tambah nyata bagi perekonomian nasional. (JUI)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News