802 Atlet Se-Indonesia Ikuti Kejuaraan Bulutangkis Tingkat Nasional Piala Gubernur Jawa Tengah 2026

oleh -0 Dilihat
Sebanyak 802 atlet dari 159 klub se-Indonesia mengikuti Kejuaraan Bulutangkis Tingkat Nasional Piala Gubernur Jawa Tengah 2026 yang digelar di GOR Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, 8-13 Juni 2026. (Foto: Putri Sejati)
Sebanyak 802 atlet dari 159 klub se-Indonesia mengikuti Kejuaraan Bulutangkis Tingkat Nasional Piala Gubernur Jawa Tengah 2026 yang digelar di GOR Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, 8-13 Juni 2026. (Foto: Putri Sejati)

KILASJATENG.ID– Sebanyak 802 atlet dari 159 klub se-Indonesia mengikuti Kejuaraan Bulutangkis Tingkat Nasional Piala Gubernur Jawa Tengah 2026 yang digelar di GOR Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, 8-13 Juni 2026. 

Ketua Panitia Pelaksana, Rheo Fernandez mengatakan, klub badminton yang mengikuti Kejuaraan Piala Gubernur Jawa Tengah tersebut berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat hingga Papua.

Kejuaraan Piala Gubernur Jawa Tengah 2026 mempertandingkan 24 nomor pertandingan mulai kelompok usia dini hingga dewasa. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp202 juta

“Kami mengapresiasi seluruh atlet, pelatih, klub, sponsor dan instansi yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kejuaraan. Antusiasme peserta yang tinggi menjadi bukti bahwa kejuaraan ini mendapat sambutan positif dari dunia bulutangkis nasional,” ujarnya. 

Ia berharap Piala Gubernur Jawa Tengah dapat kembali digelar di Solo pada tahun mendatang.

“Kami berharap tahun 2027 kejuaraan ini kembali digelar di Kota Solo dan para atlet serta klub dapat kembali hadir meramaikan ajang ini,” katanya.

Baca Juga  Prancis dan Senegal Kembali Bertemu di Piala Dunia, Mengulang Kenangan Bersejarah 2002

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf mengatakan, Kejuaraan Piala Gubernur Jawa Tengah bukan sekadar kejuaraan biasa, melainkan menjadi tolak ukur perkembangan pembinaan bulu tangkis di berbagai daerah.

“Kejuaraan ini menjadi barometer perkembangan bulutangkis di Jawa Tengah, baik di tingkat kabupaten maupun kota,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan selamat kepada para juara sekaligus memberikan motivasi kepada atlet yang belum berhasil naik podium agar terus berlatih dan tidak mudah menyerah.

“Prestasi hari ini bukan akhir dari perjalanan. Masih banyak kejuaraan yang menanti. Bagi yang belum berhasil, jangan putus asa karena masa depan kalian masih panjang dan ditentukan oleh semangat serta kerja keras dalam berlatih,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pertandingan, Susanto mengatakan, awalnya panitia hanya menargetkan jumlah peserta sebanyak 600 orang, namun ternyata mencapai 800 lebih peserta. 

“Awalnya target kami sekitar 600 peserta, ternyata yang mendaftar mencapai lebih dari 800 atlet sehingga kami harus menambah venue pertandingan dengan memanfaatkan gedung tenis FKOR UNS,” jelasnya.

Baca Juga  Mendag Pastikan HET MINYAKITA Rp15.700/Liter, Gandeng Bulog dan ID FOOD untuk Perkuat Distribusi

Dengan membludaknya peserta, pihaknya pun menyambut positif. Sebab hal tersebut menandakan ke depan olahraga bulu tangkis di Indonesia akan semakin berkembang. Sebab semangat diselenggarakannya kejuaraan tersebut memang sebagai bagian upaya dari PBSI Kota Solo dalam membangun ekosistem pembinaan bulutangkis di Solo Raya. 

“Karena dengan adanya kejuaraan berskala nasional di Solo, atlet-atlet muda daerah memiliki kesempatan bertanding tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk transportasi dan akomodasi,” kata dia.

Dan karena melihat tingginya antusiasme peserta, ke depan pihaknya akan mengajukan Piala Gubernur Jawa Tengah agar masuk kalender resmi PBSI sebagai Sirkuit Nasional (Sirnas) kategori C sehingga memiliki poin peringkat nasional.

“Tahun depan kami berharap bisa naik menjadi Sirnas C sehingga atlet mendapatkan ranking point. Jika terealisasi, target peserta bisa meningkat hingga sekitar 1.500 atlet,” ungkapnya.*

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News