Perkuat Ketahanan Energi Nasional, SAKA Kantongi Persetujuan POD Lapangan Ronggolawe

oleh -321 Dilihat

KILASJATENG.ID – PT Saka Energi Indonesia (SAKA), perusahaan hulu minyak dan gas bumi (migas) yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional. Komitmen ini dibuktikan dengan diperolehnya persetujuan Rencana Pengembangan Lapangan (Plan of Development/POD) Lapangan Ronggolawe – PHE-7 di Wilayah Kerja (WK) Pangkah dari SKK Migas.

Lapangan Ronggolawe – PHE-7 diproyeksikan mulai berproduksi (onstream) pada akhir tahun 2029 mendatang.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, menyambut baik momentum krusial ini. Menurutnya, lampu hijau dari SKK Migas merupakan fondasi utama bagi perusahaan untuk bergerak lebih cepat.

“Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi Perusahaan,” ujar Fuji.

Hasil Analisis Komprehensif dan Strategi Unitisasi
Persetujuan POD ini didukung oleh hasil analisis komprehensif dari sumur RGL-3, yang memberikan dasar teknis kuat dalam penyusunan rencana pengembangan lapangan.

Menilik rekam jejaknya, SAKA telah menyerahkan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Lapangan Ronggolawe pada tahun 2025. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas keberhasilan penemuan hidrokarbon pada sumur eksplorasi RGL-1 di tahun 2012, yang kemudian dikonfirmasi melalui kegiatan appraisal sumur RGL-3 pada tahun 2024 di WK Pangkah.

Baca Juga  Gelombang Kedua Mulai Bergeser, 5.499 Jemaah Haji Indonesia Bertolak dari Makkah ke Madinah

Keberadaan hidrokarbon pada Struktur Ronggolawe teridentifikasi pada lapisan CD Carbonate. Potensi tersebut dibuktikan melalui serangkaian evaluasi teknis yang matang, meliputi:

Uji kandung lapisan (Drill Stem Test)

Pengujian tekanan reservoir

Pengambilan dan analisis sampel fluida

Dalam rencana pengembangan yang telah disetujui, SAKA akan melakukan pengeboran empat sumur pengembangan. Seluruh sumur ini nantinya akan dihubungkan langsung dengan fasilitas produksi eksisting di WK Pangkah melalui jaringan pipa bawah laut.

Langkah ini juga menerapkan strategi unitisasi antara WK Pangkah dan WK West Madura Offshore (WMO) yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi WMO. Strategi ini sejalan dengan upaya SAKA untuk mengoptimalkan produksi di WK Pangkah sekaligus mempercepat monetisasi temuan eksplorasi.

Baca Juga  TPS Beri Kuliah Umum Mahasiswa Akuntansi UNAIR, Bahas Pentingnya Pengendalian Internal

Target Produksi dan Komitmen Keberlanjutan
Pengembangan lapangan ini diproyeksikan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap target migas domestik. Pada masa puncak produksinya, Lapangan Ronggolawe diperkirakan dapat memproduksikan hingga 5.126 barrel minyak per hari (BOPD).

Secara keseluruhan, lapangan ini diperkirakan memiliki total sumber daya mencapai 10 juta barrel minyak yang dapat dimanfaatkan hingga berakhirnya masa kontrak kerja sama.

Kendati mematok target produksi yang agresif, SAKA memastikan seluruh proses operasional tetap bersandar pada prinsip keberlanjutan.

“Dalam pelaksanaannya, SAKA akan terus mengedepankan efisiensi dan efektivitas biaya maupun kegiatan operasional, dengan tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan,” tambah Fuji.

Dengan dukungan penuh dari pemangku kepentingan serta mitra kerja, Lapangan Ronggolawe – PHE-7 diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan produksi migas SAKA sekaligus nasional, sembari memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. (JYP)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News