Peken Klangenan Kotagede: Perpaduan Kuliner, Seni, dan Sejarah dalam Satu Tempat

oleh -5 Dilihat
Owner Sanggar Sekarjati Pleret Bantul, Erwin Saputro saat pementasan Ketoprak
Owner Sanggar Sekarjati Pleret Bantul, Erwin Saputro saat pementasan Ketoprak

KILASJATENG— Kawasan bersejarah di Yogyakarta kembali menghadirkan ruang kreatif berbasis budaya melalui kegiatan Peken Klangenan Kotagede (PKK) yang digelar di kawasan Kampung Pusaka Beteng Cepuri. Event ini bukan sekadar pasar biasa, melainkan sebuah ekosistem budaya yang menggabungkan tradisi, seni, sejarah, hingga spiritualitas dalam satu ruang interaktif.

Digelar rutin setiap akhir pekan, Peken Klangenan menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan dan masyarakat lokal yang ingin menikmati suasana berbeda di tengah kota tua. Berlokasi di situs bersejarah bekas ibu kota awal Kesultanan Mataram, kegiatan ini menghadirkan pengalaman unik yang menghubungkan masa lalu dan masa kini.

Lebih dari Sekadar Pasar: Ruang Interaksi Budaya

Founder PKK, Awang Kagunan Sabtu (2/5/2026) menuturkan konsep “peken” yang berarti pasar dalam bahasa Jawa diolah menjadi lebih luas dari sekadar aktivitas jual beli. Di sini, pengunjung tidak hanya bertransaksi, tetapi juga berinteraksi dengan berbagai elemen budaya lokal.

Berbagai aktivitas yang dapat dinikmati antara lain kuliner tradisional khas Yogyakarta, pameran seni dan kerajinan lokal, workshop budaya dan aktivitas kreatif, pertunjukan seni tradisional hingga kontemporer, area edukasi anak dan interaksi alam.

Baca Juga  Peringati Hari Kartini, TPS Perkuat Kapasitas Perempuan Lewat "Cantiknya Kartini TPS"

Menghidupkan Ekosistem Budaya Berkelanjutan

Awang mengatakan pengelola berusaha menghadirkan konsep berkelanjutan (sustainability) yang menjadikan kegiatan ini sebagai ruang hidup budaya, bukan sekadar event temporer. Dengan melibatkan pelaku UMKM, seniman, hingga komunitas lokal, Peken Klangenan berhasil membangun ekosistem kreatif yang inklusif dan edukatif.

Tidak hanya sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi lintas generasi dalam mengenal budaya Jawa secara langsung.

Wisata Edukatif Bernuansa Sejarah

Keunikan lain dari Peken Klangenan terletak pada lokasinya yang berada di area Benteng Cepuri—bagian dari peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Islam. Nuansa heritage ini memberikan pengalaman wisata yang lebih mendalam, sekaligus memperkuat identitas Kotagede sebagai kawasan budaya.

Penampilan siswi Sanggar Sekarjati Pleret Bantul yakni Kalyana Parahita Laksmita Persada, Elisabeth Arini Sekar Kinanti dan Pramudita Putri Nirwasita dengan Tari Klasik Yogyakarta, Sekar Pudyatuti
Penampilan siswi Sanggar Sekarjati Pleret Bantul yakni Kalyana Parahita Laksmita Persada, Elisabeth Arini Sekar Kinanti dan Pramudita Putri Nirwasita dengan Tari Klasik Yogyakarta, Sekar Pudyatuti

Dengan perpaduan antara sejarah, seni, dan interaksi sosial, Peken Klangenan menjadi simbol upaya revitalisasi budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Peken Klangenan Kotagede bukan hanya pasar tematik, melainkan ruang budaya yang menghadirkan pengalaman wisata berbasis sejarah, seni, dan komunitas. Kehadirannya memperkaya destinasi wisata Yogyakarta sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya yang relevan dengan generasi masa kini.

Baca Juga  Sedulur Papat Limo Pancer, Cara Dwi Priyo Ajak Seniman Muda Pahami Filsafat Jawa

Salah satu pengisi acara Owner Sanggar Tari Sekarjati Pleret Bantul, Erwin Saputro mengaku apresiasi dengan kehadiran Peken Klangenan Kotagede ini. Menurutnya DIY yang saat ini merupakan daerah yang istimewa dengan kebudayaan dan wisata sangat memerlukan ruang ruang seni layaknya PKK ini untuk wadah kaum pekerja seni berekspresi.

Erwin menambahkan dalam even PKK kali ini ia menampilkan tiga siswinya yakni Kalyana Parahita Laksmita Persada, Elisabeth Arini Sekar Kinanti dan Pramudita Putri Nirwasita untuk mempersembahkan Tari Klasik Gaya Yogyakarta bernama Sekar Pudyastuti.

Salah satu tenant kerajinan handmade dan fesyen yang juga Owner Buah Budaya, Ernawati menyatakan kehadiran PKK menumbuhkan kepercayaan diri pelaku sektor UMKM lokal ditengah gempuran krisis ekonomi yang terjadi saat ini. Ia berharap PKK akan terus maju dan berkembang pesat sehingga banyak pengunjung supaya perputaran perekonomian di tingkat lokal DIY terus terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News