Pembinaan Anti Bullying Ponpes Budi Utomo Tarik Perhatian Mbah Con

oleh -2 Dilihat

KILASJATENG.ID- Pembinaan anti bullying yang selama ini diterapkan Pondok Pesantren (Ponpes) Budi Utomo Surakarta ternyata mampu menarik perhatian Kapolresta Solo, AKBP Condro Sasongko.

Pria yang akrab disapa Mbah Con itu mengatakan, setelah mengetahui adanya pembinaan anti bullying di Ponpes Budi Utomo ia pun tertarik untuk mempelajari sistem pencegahan bullying di pesantren tersebut untuk diterapkan atau dibagikan kepada sekolah-sekolah lain di Kota Solo.

“Ya kita muter lah di sini di pondok-pondok pesantren, kita akan ATM (amati, tiru dan modifikasi) bagaimana pendidikan yang baik. Ini salah satu contohnya ya pondok pesantren yang saya lihat tadi ada anti bullying, seperti apa. Nanti kita bisa sampaikan ke yang lain. Biar hal ini ndak terjadi, seperti itu aja,” ujarnya usai kunjungannya ke Ponpes Budi Utomo Surakarta, Jumat 6 November 2026.

Menurutnya, pembinaan anti bullying perlu untuk diterapkan di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan untuk kebaikan peserta didik.

“Nanti kita akan belajar seperti itu. Di manapun kita belajar kita sampaikan satu sama lain di sekolah-sekolah, sehingga Solo jadi aman,” kata dia.

Baca Juga  Luncurkan Santri Matic di Kota Solo, Kemenekraf Dorong Santri Jadi Kreator dan Wirausaha Digital

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Budi Utomo Surakarta, KH M Thoyibun memaparkan, pencegahan bullying yang diterapkan di lingkungan ponpes dimulai sejak santri pertama kali masuk pesantren. Dimana mereka mengikuti pembinaan bersama untuk memahami bahwa seluruh santri memiliki visi, misi, dan tujuan yang sama. Sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dengan mengingatkan santri agar saling membantu dan tidak menyakiti teman. Ia melarang santri mengejek, menghina, menjatuhkan, atau melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

“Intinya itu, saling membantu, tidak boleh menjatuhkan, tidak boleh menghina, tidak boleh mengejek, tidak boleh merugikan. Harus memberikan pertolongan kepada teman atau saudara-saudaranya,” ujarnya.

Selain pembinaan, Ponpes Budi Utomo juga menerapkan evaluasi rutin setiap pagi dan malam. Para pamong memantau kondisi santri, termasuk hubungan pertemanan dan pergaulan mereka sehari-hari. Setiap pagi, pengasuh mengevaluasi kejadian selama malam sebelumnya. Sebaliknya, evaluasi malam membahas aktivitas santri sejak pagi hingga sore. Pola tersebut membantu pengasuh mengetahui lebih awal jika muncul persoalan di antara para santri.

Baca Juga  Dhaup Ageng Gusti Sura dan Adimas Rosdian, Pura Mangkunegaran Gelar Prosesi Adat 6 Hari 

“Pembiasaan saling menghormati dan menghargai menjadi bagian penting dalam kehidupan pesantren. Karena akan membuat lingkungan santri tetap kondusif tanpa persoalan perundungan. Dan cara ini efektif dan diterapkan 2.000 santri yang ada di sini,” kata Thoyibun.

Terkait kunjungan Kapolresta Solo, Thoyibun mengatakan ada sejumlah pembahasan kerjasama yang sempat disinggung antara kedua belah pihak. Salah satunya mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), keselamatan berlalu lintas, serta bahaya narkoba dan minuman keras.

“Kami tentunya menyambut baik hal ini karena kami memang terbuka apabila kepolisian memberikan edukasi kepada para santri mengenai berbagai persoalan sosial dan keamanan. Dan kerjasama ini diharapkan

melengkapi pembinaan karakter yang selama ini berjalan di pesantren. Dengan kolaborasi tersebut, santri tidak hanya mendapat penguatan nilai agama dan kebersamaan, tetapi juga pemahaman mengenai keselamatan serta aturan hukum,” pungkasnya.*

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News