Tokoh Solo Raya Serukan Perdamaian dan Kenyamanan Masyarakat 

oleh -1 Dilihat
Ketua FKUB Kota Solo, KH Muhammad Mashuri meminta umat beragama terutama kalangan pesantren maupun majelis menjaga keamanan, kesantunan serta tidak mudah terprovokasi dengan isu yang beredar luas. (Foto: dok. ist)
Ketua FKUB Kota Solo, KH Muhammad Mashuri meminta umat beragama terutama kalangan pesantren maupun majelis menjaga keamanan, kesantunan serta tidak mudah terprovokasi dengan isu yang beredar luas. (Foto: dok. ist)

KILASJATENG.ID– Sejumlah tokoh agama dan masyarakat Kota Solo, Jawa Tengah, menyerukan persatuan dan perdamaian, serta tidak mudah terprovokasi dengan sejumlah unggahan di media sosial (medsos). Menyusul adanya unggahan bernada provokasi pasca penggeledahan di Kabupaten Sukoharjo. 

Ketua FKUB Kota Solo, KH Muhammad Mashuri meminta umat beragama terutama  kalangan pesantren maupun majelis menjaga keamanan, kesantunan serta tidak mudah terprovokasi dengan isu yang beredar luas. 

“Melihat situasi dan kondisi akhir-akhir ini, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak benar di media sosial. Percayakan  seluruh penanganan perkara ke polisi yang kini semakin baik dan terus berbenah,” kata dia. 

Ia juga meminta tokoh agama dan tokoh masyarakat di setiap kampung maupun lembaga pendidikan, diminta mengajak warganya tetap tenang serta menjaga keamanan di lingkungan sekitar. 

Karena kerukunan, kedamaian hingga toleransi, merupakan kunci kenyamanan hidup bermasyarakat. Segala tindakan harus dipikirkan baik dan buruknya, serta buatkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

“Dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan, Kota Solo diharapkan tetap menjadi kota yang aman, damai, toleran, dan harmonis bagi seluruh elemen masyarakat. Mari kita sama-sama menjaga kamtibmas di Kota Solo, khususnya di lingkungan masing-masing. Tetap menjaga kerukunan seluruh elemen bangsa dan persatuan antarumat beragama,” ucapnya.

Baca Juga  Kontingen Sukses Raih Posisi Runner Up Porprov XVII 2026, KONI Solo Kawal Pencairan Bonus Atlet

Sementara itu, Direktur Amir Mahmud Center, Dr Amir Mahmud menilai unggahan di medsos berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Karena itu, masyarakat tidak boleh mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.

“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di Kota Solo,” ujarnya, Minggu 1 November 2026.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi, terutama yang berkaitan dengan persoalan sensitif dan berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, mari bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan antarumat beragama serta memperkuat persaudaraan kebangsaan,” kata dia. 

Amir menambahkan, unggahan di medsos yang belum tentu kebenarannya harus di kroscek dulu, agar tidak menimbulkan keresahan dan memancing emosi masyarakat. Apalagi masyarakat Solo Raya dikenal sebagai warga yang santun dan saling menghormati.

“Karena itu, mari kita kedepankan ketenangan, persaudaraan, dan sikap saling menghormati sehingga tercipta suasana yang aman dan kondusif,” jelasnya.

Baca Juga  Peringati 91 Tahun WS Rendra, Seniman Lintas Generasi Bakal Hadirkan Konser Musikalisasi Puisi Mengolah Daya Hidup

Diketahui sebelumnya, pelaku pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah, berinisial AS, ditangkap pada Senin, 19 Oktober 2026, usai memanah dan menyabet anggota polisi menggunakan samurai. Sehingga dua anggota Polri terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

Pelaku ditangkap dikontrakannya, yang kemudian diketahui merupakan napi mantan terorisme. Dimana, AS beserta keluarganya juga dikenal tertutup oleh masyarakat sekitar.

“Rumah yang kemarin malam itu, sajam itu setiap kamar ada, ada pisau, ada sangkur. Di kamar mandi pun ada. Memang itu sajam komplet,” terang Kepala Desa (Kades) Purbayan Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Budi Sriyanto.

Ia menambahkan, bahkan saat akan ditangkap oleh polisi pun, AS sempat melakukan perlawanan, memanah hingga mengeluarkan senjata tajam, agar dia tidak ditangkap.

“Itu pelurunya karet yang dipakai. Tim Gegana itu otomatis melumpuhkan, Masalahnya ngelawan. Kalau enggak ngelawan dah aman, aman, melawan kok. Setelah penangkapan, istri digiring ke sana,” terangnya.*

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News