Tayang 19 November, Miracle Picture Road Show Film Piye To Kih? di Kota Solo

oleh -1 Dilihat
Roadshow film “Piye To Kih?” di Solo Paragon Mall, Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu 25 Oktober 2026. (Foto: Putri Sejati)
Roadshow film “Piye To Kih?” di Solo Paragon Mall, Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu 25 Oktober 2026. (Foto: Putri Sejati)

KILASJATENG.ID– Setelah resmi merilis Official Poster dan Official Trailer film “Piye To Kih?” di Jakarta, Miracle Pictures melanjutkan rangkaian promo film dengan menggelar roadshow ke sejumlah kota. Salah satunya di Kota Solo, Jawa Tengah,  Minggu 25 Oktober 2026. 

Roadshow di Kota Solo dimulai dengan screenplay atau nonton bareng film yang akan diputar serentak di bioskop-bioskop di Indonesia pada 19 November itu di XXI Solo Paragon Mall, kemudian dilanjutkan dengan meet and greet serta penjualan tiket promo fim “Piye To Kih?” di stage foodcourt mall yang sama.

Sutradara sekaligus Produser film “Piye To Kih?”, Ito Mavin mengatakan, Kota Solo menjadi kota keempat dari rangkaian roadshow film bergenre drama komedi supranatural tersebut. 

“Roadshow di Solo ini, Solo menjadi kota keempat dari 17 kota yang akan kita jalani. Jadi pertama kita kemarin sudah Semarang, Jogja, Magelang, sekarang Solo. Nah, selanjutnya baru kita Sragen dan seterusnya ke timur sampai nanti puncak acaranya di tanggal 6 November akan ada home premiere di Kediri. Setelah itu baru ada gala premiere di Jakarta tanggal 12 November, sebelum nanti penayangan serentak tanggal 19 November,” jelasnya.

Terkait cerita yang diangkat dalam film garapannya, Ito mengatakan, jika diperhatikan film “Piye Toh Kih?” menggambarkan sesuatu yang hidup di tengah masyarakat. Baik masyarakat kalangan atas, menengah atau bawah. 

Baca Juga  Buka Cabang di Kota Solo, FDC Dental Clinic Tawarkan Luxury Experience Kesehatan Gigi

“Pesan tentang perjuangan, cinta, memantaskan diri kan sebenarnya hidup di semua lapisan masyarakat. Nah, saya tertantang untuk bagaimana menyampaikan atau menghidupkan pesan lagi ke audiens yang relevan, sedekat mungkin dengan penonton gitu. Tantangannya adalah bagaimana cara menyampaikan ke audiens gitu supaya pesannya bisa lebih mudah dipahami, diterima, dipelajari. Mungkin kalau misalkan ada sesuatu yang bisa dipetik dari situ, nah kemudian kita memilih sebuah konsep drama komedi supranatural ini. Supaya eh orang lebih enak aja masuknya, tidak terkesan diceramahin tapi bisa dengan melihat seluruh rangkaian cerita, seluruh rangkaian filmnya bisa mengambil sebuah makna atau pesan atau maksud yang pengen kita sampaikan ke penonton,” paparnya. 

Ito menambahkan, sejak awal ia memang tidak ingin membuat film yang terlalu berat karena akan membuat penonton capek. “Maksudnya, kayaknya kita pengen mencerna sesuatu yang ringan-ringan aja. Filmnya yang ringan, yang mudah dinikmati. Tapi kita bisa mendapatkan sesuatu dari film itu sendiri gitu. Dari pesan yang akan kita sampaikan, bisa mengambil pelajaran dari situ. Jadi memang dari awal saya sudah berpikir bahwa pesan ini harus disampaikan dengan cara yang unik dan sederhana, gitu,” ungkap Ito. 

Sutradara dan Produser Fiml Piye To Kih?, Ito Marvin bersama pemeran film. (Foto: Putri Sejati)
Sutradara dan Produser Fiml Piye To Kih?, Ito Marvin bersama pemeran film. (Foto: Putri Sejati)

Sementara itu, pemeran tokoh Mukidi, Heri Chandra mengatakan, fim “Piye To Kih?” merupakan film pertamanya. Sehingga banyak pengalaman baru sekaligus menjadi tantangan baginya. 

Baca Juga  SBF 2026 Jadi Moment Kenalkan Kembali Ragam Batik Nusantara

“Yang jelas ini film pertama. Kesan-kesannya ya deg-degan, tegang. Soalnya disuruh adegan drama nangis. Kan sebelumnya belum pernah,” ucapnya.

Saat ditanya pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat melalui film ini. Heri mengatakan bagaimana pentingnya menjadi diri sendiri. 

“Menjadi diri sendiri lebih baik daripada menjadi orang lain,” ujarnya.

Sedangkan pemeran Sukma, Dara Sarasvati mengatakan berperan menjadi makhluk astral menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya. Meski film “Piye To Kih?” merupakan film keduanya. 

“Jadi lebih kepada kesulitan memerankan gesture ya, karena belum pernah sebelumnya memerankan entitas. Jadi ini hal baru sih buat aku. Cuman so far, dibantu juga dengan acting coach, terus juga referensi dari berbagai macam film yang karakternya agak sedikit beririsan, jadi bisa explore di situ skill acting-nya,” kata dia.    

Film “Piye To Kih?” sendiri menceritakan mengenai perjalanan Mukidi, seorang lelaki yang berusaha membuktikan dirinya pantas untuk menikah, tetapi justru mendapati hidupnya berantakan. 

Di tengah kegagalan itu, Mukidi bertemu Sukma — perempuan misterius dari alam yang berbeda. Pertemuan keduanya berkembang menjadi hubungan yang semakin rumit karena perbedaan mereka ternyata bukan hanya soal dunia yang mereka tempati. Keyakinan mereka pun tak sama.*

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News