Tak Terima Anak Diviralkan di Medsos, Ortu Lapor Polisi

oleh -1 Dilihat

KILASJATENG.ID- Tak terima anaknya dipermalukan di media sosial (medsos) hingga viral oleh akun salah satu restoran mewah di Kota Solo, WN (53) melaporkan hal tersebut ke Polresta Solo.

Kepada awak media, kuasa hukum WN, Asri Purwanti mengatakan, kliennya melaporkan manajemen restoran ke Polresta Solo pada Jumat 9 Oktober 2026 atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan pencemaran nama baik.

“Ibu korban merasa anaknya dipermalukan dengan wajahnya diupload di akun medsos restoran tersebut dengan caption makan tanpa bayar. Padahal tidak ada niatan dari korban untuk tidak membayar, hal itu terjadi karena miss komunikasi antara ibu korban dengan korban,” paparnya.

Adapun kronologi kejadian, lanjut Asri, berawal saat korban HN (20) dan ibunya (WN) sepakat bertemu di resto, namun kedatangan mereka tidak secara bersamaan.

Setelah makan, ibunya HN yakni WN pulang lebih dahulu karena ada keperluan lainnya. Sedang HN masih menunggu temannya yang akan datang ke resto. HN saat itu berpikir makannya sudah dibayar oleh ibunya. Namun ternyata ibunya belum membayar biaya makan.

‘Sedang WN berpikir makannya akan dibayar putrinya yang masih menunggu temannya open bill dulu yang akan datang ke resto,” kata Asri Purwanti.

Lebih lanjut Asri menambahkan, karena yang ditunggu tidak segera datang, HN sempat menunggu temannya di mobil di area parkir sekitar 30 menit tanpa ke kasir karena berpikir sudah dibayar ibunya. Pun juga saat HN meninggalkan lokasi tidak dikejar pihak restoran untuk ditagih.

“Tapi tiba-tiba muka korban diposting dengan caption tidak mengenakkan. Itu yang membuat ibu korban tidak terima. Apalagi cctv yang diposting menunjukkan wajah HN dari kedatangannya hingga keluar dari resto. Bahkan pihak resto juga mengunggah tampilan mobil HN di akun ig resto,” jelas Asri.

Baca Juga  Setahun, Bea Cukai Surakarta dan Pemkot Solo Sita 12,8 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp19M

Karena itu HN dan ibunya menyesalkan kejadian tersebut yang seharusnya pihak restoran menghubungi mereka terlebih dahulu sebelum mengunggah konten yang dibuat pihak resto ke media sosial.

Menurut Asri, persoalan tersebut bukan sekadar tentang tagihan makan, melainkan dampak unggahan tersebut membuat kliennya merasa malu keluar rumah setelah konten tersebut beredar di masyarakat.

“HN ini merupakan pelanggan yang sudah beberapa kali datang ke restoran tersebut. Bahkan, pernah merayakan ulang tahun bersama teman-temannya di tempat itu. Harusnya sebelum posting di medsos tabayyun dulu karena kami yakin pihak resto menyimpan nomor ponsel klien kami, namun tanpa menghubungi lebih dahulu, kemudian masalah tersebut diupload di medsos,” tandas Asri.

“Terlebih Tagihan makan dan minum yang dipesan WN bersama ibunya 2 menu dan 2 minum seharga Rp 530.200,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak manajemen resto melalui Supervisor Grandma’s Signature, Andreas Adi Wijaya menjelaskan kronologi yang berbeda.

Dia mengatakan pihak restoran memiliki rekaman kamera pengawas dan saksi terkait kejadian tersebut. Menurutnya, Sang ibu dan anaknya datang menggunakan kendaraan berbeda. Setelah tim kasir menyampaikan bahwa tagihan belum terbayar, WN disebut mengatakan akan masuk ke mobil .

Tim kasir kemudian kembali menghampiri WN saat berada di mobil untuk mengingatkan soal pembayaran. Keberadaan WN di mobil alasannya masih menunggu teman. Petugas restoran lalu mempersilakannya menunggu di dalam. Namun, menurut Andreas, HN akhirnya meninggalkan area restoran setelah temannya datang dan tidak kembali hingga keesokan harinya.

Baca Juga  Dulu Menangkan Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres, Almas Kini Dukung Gugatan Ijazah Gibran di MK

“Dari tim kasir kami sudah menyampaikan bahwa tagihan itu belum terbayar,” ungkap Andreas saat dikonfirmasi awak media.

Dikatakan, restoran tidak memiliki nomor telepon HN. Menurutnya, datang langsung tanpa reservasi dan pihak restoran hanya mencatat nama pelanggan untuk keperluan pelayanan.

Lebih lanjut Andreas menambahkan, pihak restoran sempat menelusuri pelat nomor kendaraan. Namun, pemeriksaan yang dilakukan disebut tidak menunjukkan kecocokan dengan mobil yang digunakan pelanggan.

Andreas membenarkan, pihaknya mengunggah konten terkait kejadian itu melalui Instagram. Dijelaskan, unggahan pertama menampilkan pelanggan dan mobil dengan wajah serta pelat nomor yang disamarkan. Namun, restoran tidak mendapat respons setelah unggahan pertama. Selang 1×24 jam, pihaknya mengunggah konten tanpa penyamaran (diblur-red)

Menurutnya, unggahan tanpa penyamaran muncul pada Rabu 7 Oktober 2026 Setelah unggahan itu muncul, pelanggan menghubungi restoran dan menyampaikan bahwa setsu HN sudah dibayar oleh ibunya serta tidak berniat meninggalkan tagihan. Usai unggahan tersebut, pembayaran dilakukan pada hari yang sama, sekitar satu jam setelah konten tanpa penyamaran diunggah.

Pihak restoran kemudian menghapus kontenu tersebut dan mengunggah klarifikasi melalui Instagram bahwa tagihan sudah dibayar. Ditegaskan, pihak restoran memiliki bukti dan saksi untuk menjelaskan kejadian tersebut. DIa juga menyampaikan bahwa konten telah diturunkan setelah pembayaran dan klarifikasi dilakukan.*

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News