UPN “Veteran” Yogyakarta Dampingi UMKM Peci Al-Husni Perkuat Promosi Digital dan Luncurkan Layanan Pemesanan Peci Custom

oleh -4 Dilihat

KILASJATENG.ID– Tim dosen dan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta terus mendorong transformasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PbM), tim melakukan pendampingan promosi online kepada UMKM Peci Rajut Al-Husni di Padukuhan Bedakan, Kalurahan Pleret, Kabupaten Bantul, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian bertajuk Penerapan Teknologi Mass Customization Berbasis Sistem Produksi Modular dan Layanan Pemesanan Web pada UMKM Peci Rajut Al-Husni yang melibatkan dosen lintas disiplin dan mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta. Program ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui penguatan strategi pemasaran digital sekaligus penerapan teknologi yang memudahkan proses pemesanan produk secara daring.

Dalam pendampingan tersebut, pemilik UMKM bersama para perajin memperoleh pelatihan mengenai strategi promosi digital melalui media sosial dan marketplace. Materi yang diberikan tidak hanya membahas cara membuat konten promosi yang menarik, tetapi juga teknik menyusun narasi produk, memanfaatkan fitur-fitur media sosial, mengoptimalkan katalog produk di marketplace, hingga membangun komunikasi yang lebih efektif dengan calon konsumen.

“Pelaku UMKM saat ini tidak cukup hanya memiliki produk berkualitas. Mereka juga harus mampu menyampaikan nilai produknya melalui komunikasi digital yang tepat sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Dr. Yenni Sri Utami, M.Si, anggota tim pengabdian dari Program Studi Hubungan Masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta.

Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tim pengabdian juga menghadirkan inovasi berupa aplikasi layanan pemesanan berbasis web yang memungkinkan konsumen melakukan pemesanan produk secara lebih praktis. Melalui aplikasi tersebut, pembeli dapat menentukan sendiri spesifikasi peci sesuai kebutuhan, mulai dari pilihan model, ukuran, warna hingga penambahan identitas seperti nama, logo, atau tulisan tertentu.

[irp posts=”12164″ ]

Sistem tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin menginginkan produk yang bersifat personal (customized). Selama ini proses pemesanan masih dilakukan melalui percakapan WhatsApp maupun media sosial sehingga sering membutuhkan klarifikasi berulang mengenai spesifikasi produk. Dengan layanan baru tersebut, seluruh pilihan konsumen dapat terdokumentasi secara sistematis sehingga mempermudah proses produksi sekaligus meminimalkan kesalahan pesanan.

Ketua tim pengabdian, Dr. Heru Cahya Rustamaji, S.Si., M.T, menjelaskan bahwa pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pemasaran, tetapi juga mengintegrasikan sistem produksi modular dengan layanan pemesanan digital agar UMKM mampu melayani pesanan dalam berbagai variasi secara lebih efisien.

Baca Juga  Pemerintah: Transformasi Digital dan AI Berpotensi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi hingga 1 Persen

“Teknologi ini dirancang agar konsumen memperoleh pengalaman berbelanja yang lebih mudah, sementara pelaku usaha dapat mengelola pesanan custom secara lebih tertata dan efisien,” katanya.

UMKM Peci Rajut Al-Husni sendiri merupakan usaha kerajinan yang telah berdiri sejak tahun 2002 di Kabupaten Bantul. Produk peci rajut yang dihasilkan dikenal menggunakan bahan berkualitas dan telah dipasarkan hingga mancanegara. Meski demikian, pemanfaatan media digital sebelumnya masih belum optimal sehingga membutuhkan pendampingan untuk memperkuat pemasaran berbasis teknologi.

Melalui kegiatan ini, tim UPN “Veteran” Yogyakarta berharap UMKM tidak hanya semakin terampil mengelola media sosial dan marketplace, tetapi juga mampu memberikan layanan yang lebih profesional kepada pelanggan melalui sistem pemesanan digital yang terintegrasi. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat daya saing UMKM lokal di era ekonomi digital sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Kabupaten Bantul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News