KILASJATENG.ID – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menunjuk kembali Roberto Mancini sebagai pelatih kepala Tim Nasional Italia hingga Piala Dunia 2030. Keputusan tersebut diambil dalam rapat federasi yang digelar pada Selasa (28/7/2026) sebagai bagian dari langkah besar membenahi struktur kepengurusan tim nasional setelah kegagalan Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026.
Kembalinya Mancini sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi mengenai sosok yang akan menukangi Timnas Italia. Sebelumnya, sejumlah nama sempat dikaitkan dengan posisi tersebut, di antaranya pelatih Manchester City Pep Guardiola serta legenda sepak bola Italia Andrea Pirlo.
Roberto Mancini menyambut penunjukan tersebut dengan penuh rasa bangga. Menurutnya, kesempatan kembali memimpin Gli Azzurri merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Italia.
“Saya berterima kasih kepada federasi atas kepercayaan yang diberikan. Kami tahu tantangan yang menanti,” ujar Mancini.
Meski menghadapi pekerjaan berat, pelatih berusia 61 tahun itu optimistis Italia mampu kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di panggung sepak bola dunia.
“Saya yakin dengan kerja keras, persatuan, dan dukungan semua pihak, Italia bisa kembali bersaing di level tertinggi,” katanya.
Mancini menegaskan fokus utamanya adalah membangun kembali fondasi tim nasional dan mengembalikan Azzurri ke jalur prestasi setelah dua kegagalan beruntun tampil di putaran final Piala Dunia.
Italia merupakan salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola dengan koleksi empat gelar juara dunia yang diraih pada 1934, 1938, 1982, dan 2006. Namun, dalam beberapa tahun terakhir prestasi tersebut meredup. Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar setelah dikalahkan Makedonia Utara pada babak play-off.
Nasib serupa kembali terjadi menjelang Piala Dunia 2026 ketika Italia harus tersingkir setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti pada babak kualifikasi.
Bagi publik Italia, Roberto Mancini bukan sosok asing. Pada periode pertamanya sebagai pelatih Timnas Italia, ia sukses membawa Gli Azzurri menjuarai Piala Eropa 2020 sekaligus mengakhiri penantian panjang gelar internasional. Keberhasilan tersebut membuat federasi kembali mempercayakan kepemimpinan tim kepadanya untuk membangun generasi baru yang kompetitif.
Sebelum kembali ke kursi pelatih Timnas Italia, Mancini memiliki rekam jejak panjang di level klub. Ia pernah membawa Inter Milan meraih sejumlah trofi domestik, termasuk Coppa Italia, kemudian sukses mempersembahkan gelar Liga Inggris bagi Manchester City. Kariernya juga membawanya melatih Galatasaray di Turki sebelum terakhir menangani Al Sadd di Liga Bintang Qatar.
Dalam perombakan struktur tim nasional, FIGC juga menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknik yang baru. Kehadiran Ranieri diharapkan mampu memperkuat pembinaan sepak bola nasional sekaligus mendukung program jangka panjang yang akan dijalankan bersama Mancini.
Dengan kombinasi pengalaman Mancini di bangku pelatih dan Ranieri di level manajemen teknis, FIGC berharap Timnas Italia mampu kembali menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia serta mengamankan tiket ke Piala Dunia 2030. Penunjukan ini menandai dimulainya babak baru bagi Azzurri dalam upaya mengembalikan tradisi prestasi yang pernah mengantarkan Italia menjadi salah satu negara paling disegani di pentas sepak bola internasional. (QGE)


