, ,

Sertifikasi Kompetensi Jadi Modal Baru Perajin Batik DIY Perkuat Daya Saing Industri Kreatif

oleh -3 Dilihat

KILASJATENG.ID– Persaingan industri batik tidak lagi hanya ditentukan oleh keindahan motif dan kreativitas desain. Kemampuan teknis yang diakui secara profesional kini menjadi nilai tambah penting bagi pelaku usaha untuk memenangkan kepercayaan pasar. Atas dasar itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Kementerian Perindustrian menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi yang diakhiri dengan sertifikasi profesi bagi perajin batik.

Sebanyak 25 pelaku industri batik mengikuti program tersebut selama lima hari. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai teknik pewarnaan batik menggunakan zat warna sintetis sesuai standar kompetensi yang berlaku di Indonesia.

Kepala Dispar DIY Imam Pratanadi menjelaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar industri batik Yogyakarta tetap mampu berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Menurutnya, penguasaan teknik produksi yang benar akan berdampak langsung pada kualitas hasil batik, mulai dari ketahanan warna, efisiensi proses produksi, hingga penerapan standar keselamatan kerja dan kepedulian terhadap lingkungan.

Lebih dari itu, peserta juga akan menjalani uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat profesi berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Imam menilai sertifikasi bukan hanya menjadi bukti kemampuan seseorang, tetapi juga meningkatkan kredibilitas pelaku usaha di mata konsumen maupun mitra bisnis.

“Dengan kompetensi yang diakui secara resmi, peluang memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan pelanggan tentu akan semakin besar,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai kesempatan untuk memperdalam keterampilan, bukan sekadar memenuhi syarat memperoleh sertifikat.

Baca Juga  PGN Tunjukkan Kesiapan Infrastruktur Gas Sumatera kepada Investor, Perkuat Prospek Pertumbuhan Bisnis

Kualitas SDM Menentukan Masa Depan Batik

Dispar DIY memandang pengembangan industri batik tidak cukup hanya melalui promosi produk, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kualitas para pelakunya. Karena itu, kerja sama dengan BBSPJIKB Kemenperin diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak perajin yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional.

Peningkatan kualitas SDM dinilai menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan industri batik Yogyakarta yang selama ini menjadi salah satu penopang sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

Batik Indonesia Harus Terus Berinovasi

Kepala BBSPJIKB Kementerian Perindustrian Zya Labiba mengatakan batik merupakan warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus identitas bangsa Indonesia.

Menurutnya, pengakuan UNESCO terhadap Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan menjadi pengingat bahwa kualitas dan inovasi harus terus dijaga agar batik tetap memiliki daya saing di pasar global.

Ia menilai Yogyakarta memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat perkembangan batik nasional. Ribuan UMKM, perajin, hingga desainer menggantungkan aktivitas ekonominya pada industri ini. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi tersebut, pemerintah berharap lahir lebih banyak perajin batik profesional yang mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi, memenuhi standar industri, serta memperkuat posisi batik Yogyakarta sebagai ikon budaya sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News