Dongkrak Sport Tourism, 4.014 Pelari dari 21 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Mantra 116

oleh -239 Dilihat
Gubernur Khofifah saat melepas ribuan pelari yabg ikuti Malang Trail Runners (Mantra) (Foto: Humas Jatim)

KILASJATENG.ID – Sebanyak 4.014 pelari dari 21 negara lintas benua Eropa, Afrika, dan Asia resmi menaklukkan jalur ekstrem Gunung Arjuno-Welirang, Prigen, Kabupaten Pasuruan. Event lari lintas alam internasional bertajuk Malang Trail Runners (Mantra) 116 ini berlangsung sukses sepanjang tanggal 3-5 Juli 2026.

Kejuaraan yang kembali digelar pasca-pandemi ini menyajikan rute baru via jalur Lincing demi memberikan tantangan yang menyegarkan bagi para peserta yang terbagi dalam enam kategori jarak rute. Kehadiran ribuan pelari internasional ini disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Hari ini kita akan eksplor lereng Arjuno dan indahnya Tahura Raden Soerjo. Bagaimana kita menikmati Indonesia dengan alamnya dan mudah-mudahan ini menjadi sport tourism yang akan jadi energi positif bagi kita semua,” ujar Gubernur Khofifah, Minggu (5/7/2026).

Gubernur Khofifah berharap agar para atlet dapat menikmati kompetisi ini dengan aman hingga garis akhir. Ia menekankan pentingnya menjaga kegembiraan selama berlomba agar para pelari mendapatkan pengalaman terbaik di Jawa Timur. “Makin inovatif, makin kreatif dan tentu kita harapkan start happy finish happy,” tambahnya.

Pacu PAD Jatim Lewat Konsep Wisata Olahraga
Gubernur Khofifah menilai agenda internasional seperti Mantra 116 ini berkontribusi nyata dalam memperkuat posisi Jawa Timur sebagai destinasi wisata unggulan nasional. Lonjakan jumlah pelancong asing otomatis meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor sekunder, mulai dari pajak hotel, transportasi, hiburan, hingga kuliner lokal yang dijajakan masyarakat.

Sebagai informasi, kawasan hutan yang dilewati oleh para pelari merupakan bagian dari wilayah konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Terkait hal tersebut, pihak pengelola hutan dan panitia tetap memprioritaskan kelestarian lingkungan secara ketat agar aktivitas perlombaan tidak merusak kekayaan flora dan fauna endemik setempat.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, mengatakan bahwa pihaknya telah menerbitkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi demi mendukung penuh agenda sport tourism ini. Langkah promosi lingkungan tersebut dinilai sangat strategis karena selaras dengan program ‘Jatim Lestari’ yang digagas pemerintah daerah.

Baca Juga  Harga LNG Industri Melambung, Pemerintah Siap Revisi Kepmen HGBT Demi Cari Jalan Tengah

Ke depan, pihaknya tengah membidik perluasan rute lari agar dapat melewati ratusan jaringan desa wisata yang tersebar di kaki gunung. “Dan kesekian kali ini, saya minta kemarin Mantra juga kampanye terkait dengan pengawetan, kemudian pengayaan kawasan konservasi itu menjadi penting,” kata Jumadi.

Magnet Event Pariwisata dan Kebangkitan UMKM
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap konsep eco sport tourism. Berdasarkan data pariwisata regional, sekitar 30 persen wisatawan selama ini datang ke Jawa Timur karena tertarik pada sebuah gelaran event khusus.

Sinergi lintas sektor melalui Mantra 116 ini diyakini efektif dalam membangkitkan sektor UMKM di sekitar kawasan penunjang, serta mampu meningkatkan kunjungan pelancong mancanegara hingga dua kali lipat.

“Jawa Timur mendeklarasikan diri sebagai provinsi yang mempunyai event terbanyak. Ini sudah dibuktikan jumlah event kita ada ribuan di Jawa Timur,” pungkas Evy. (PRA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News