, ,

Tingkatkan Kompetensi, Kampus UMBY Beri Pelatihan Pertanian Modern untuk Siswa SMK

oleh -2 Dilihat

KILASJATENG.ID- Berkomitmen mencetak generasi muda pertanian yang melek teknologi, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar pelatihan inovasi pertanian modern. Mengangkat fokus pada teknik hidroponik dan budi daya jamur konsumsi (edible mushroom), pelatihan ini menyasar guru dan siswa SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan, Magelang, pada Senin (8/6/2026).

Tim pengabdi ini diketuai oleh Dr. Ir. Dian Astriani, S.P., M.P., dengan anggota Ir. Wafit Dinarto, M.Si., MCE., Ir. Reo Sambodo, S.P., M.M.A., serta menggandeng Dr. Annie Purwani, S.T.P., M.P. dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Sinergi ini bertujuan membekali pendidikan vokasi dengan keterampilan praktis berbasis teknologi terkini.

Dian Astriani mengungkapkan bahwa tim dosen berupaya menjembatani gap antara kurikulum pendidikan vokasi dengan pesatnya perkembangan ilmu pertanian di perguruan tinggi.

“Kami melihat potensi besar pada guru dan siswa SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan. Melalui pengenalan hidroponik dan jamur edible ini, kami berharap pengetahuan yang didapat tidak mandek menjadi teori, melainkan bisa langsung diterapkan sebagai bekal merintis usaha pertanian mandiri,” ujar Dian.

Pelatihan dirancang secara komprehensif, memadukan teori di kelas dengan praktik lapangan. Pada sesi pemaparan, Dra. Ummul Aiman, M.P. mengupas tuntas potensi pertanian perkotaan (urban farming), khususnya jamur edible. Pada sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar pertanian perkotaan, budidaya, serta peluang pengembangan bisnis jamur edible yang disampaikan oleh Dra. Ummul Aiman, M.P., sebagai pemateri pertama.

Baca Juga  TPS Beri Kuliah Umum Mahasiswa Akuntansi UNAIR, Bahas Pentingnya Pengendalian Internal

“Peluang bisnis jamur edible di era pertanian modern sangat menjanjikan karena permintaan pasar terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat,” ungkap Umul Aiman.
Lanjut Umul, budidaya jamur dapat dilakukan pada lahan terbatas dengan teknologi yang terkontrol, sehingga sesuai dengan konsep urban farming. Selain dipasarkan dalam bentuk segar, jamur juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, sehingga membuka peluang usaha yang lebih luas

Sementara itu, pemateri kedua, Farra Ummush Sholiha, S.Tr.P., M.P., membedah instalasi dan teknik dasar hidroponik, manajemen nutrisi tanaman, hingga sistem instalasi hidroponik yang disampaikan oleh Farra Ummush Sholiha, S.Tr.P., M.P. Dalam budidaya hidroponik,

“Teknik dasar harus diperhatikan karena menentukan pertumbuhan dan hasil tanaman secara optimal. Pemilihan sistem hidroponik yang sesuai, penggunaan media tanam yang bersih, pemberian larutan nutrisi dengan konsentrasi dan pH yang tepat, pengaturan sirkulasi air, serta memastikan tanaman memperoleh cahaya dan aerasi yang cukup,” pesan Farra.

Baca Juga  Tampil di Malaysia, Dosen Sistem Informasi UMBY Angkat Inovasi Pendidikan Berbasis STEM

Setelah memperoleh pemahaman teori, peserta diajak terjun langsung ke Agroindustri Park Program Studi Agroteknologi UMBY. Di bawah bimbingan tim PkM Agroteknologi, guru dan siswa mempraktikkan proses penyemaian benih hidroponik, meracik larutan stok AB Mix, hingga mengaplikasikan tata cara budi daya jamur mulai dari proses inokulasi bibit (penanaman) hingga teknik pemanenan.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan, Hendri Kusno, S.Pd., mengapresiasi atas segala fasilitas dan ilmu pembelajaran yang diberikan oleh UMBY dalam memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam memahami penerapan pertanian modern.

“Pelatihan langsung di lapangan kampus UMBY memberikan pengalaman berharga yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran di kelas. Siswa menjadi lebih memahami bahwa pertanian saat ini dapat dilakukan dengan metode yang modern, praktis, ramah lingkungan, serta memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama berkelanjutan serta mendukung penguatan kompetensi pendidikan vokasi pertanian di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News