Perkuat Transparansi ESG, PT Terminal Petikemas Surabaya Gelar Pelatihan Laporan Keberlanjutan

oleh -295 Dilihat

KILASJATENG.ID – Sebagai bagian dari strategi komprehensif dalam mengelola bisnis secara berkelanjutan, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memantapkan langkahnya dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh lini operasional perusahaan.

Terbaru, TPS menggelar pelatihan penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) pada Senin (4/5) di Pelindo Place, Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh 26 pekerja dari berbagai unit kerja untuk memastikan bahwa pelaporan kinerja perusahaan dilakukan secara komprehensif, transparan, dan akuntabel.

Integrasi Standar Internasional dan SDGs
Pelatihan ini dirancang khusus untuk meningkatkan pemahaman tim manajemen terhadap Global Reporting Initiative (GRI) Standards Update 2021. Fokus utama materi meliputi:

1. Universal Standards: Standar dasar pelaporan global.

2. Topik Material Berbasis Dampak: Menentukan isu krusial yang berdampak pada ekonomi, lingkungan, dan sosial.

3. Integrasi SDGs: Menyelaraskan kinerja perusahaan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Baca Juga  Semangat Hardiknas, TPS Bekali Mahasiswa UNISBA Implementasi Akuntansi Modern di Industri Kepelabuhanan

Senior Manager Keuangan dan Manajemen Risiko TPS, Jeanny Harjono, menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya soal operasional, tetapi juga soal tata kelola yang baik.

“Laporan Keberlanjutan memiliki peran strategis untuk mendokumentasikan dan mengomunikasikan pelaksanaan program-program berkelanjutan TPS sebagai bentuk akuntabilitas kepada regulator, pemegang saham, mitra usaha, pelanggan, dan masyarakat,” jelas Jeanny.

Capaian Nyata Aspek Lingkungan (Green Port)
TPS secara konsisten telah mengimplementasikan berbagai program lingkungan yang berdampak nyata:

– Konservasi Mangrove: Mengelola 22,7 hektare hutan mangrove dan melakukan pembibitan 10.000 bibit setiap 4-6 bulan sebagai upaya penyediaan carbon sink.

– Elektrifikasi Alat: Seluruh unit Container Crane (CC) telah terelektrifikasi sejak 2016. Sementara itu, elektrifikasi unit Rubber Tyred Gantry (RTG) baru saja tuntas pada April 2026.

– Energi Terbarukan: Pemanfaatan listrik tenaga surya untuk penerangan kantor dan penghijauan area terminal.

Baca Juga  Harga Avtur Melonjak, INACA Desak Pemerintah Revisi Aturan Fuel Surcharge dan Tarif Batas Atas

Seluruh inisiatif ini dicatat menggunakan prinsip ilmu akuntansi guna mengukur manfaat pelaksanaan bagi perusahaan dan lingkungan.

Inovasi Digital dan Layanan Bernilai Tambah
Sejalan dengan prinsip Keterbukaan Informasi Publik (KIP), TPS juga mendorong digitalisasi layanan melalui berbagai inovasi seperti:

1. Sistem Digital: Web Access & Clique 247, CDR Online, Automatic Damage Detection System (ADDS), dan Vessel Report.

2. Layanan Logistik: Behandle Management, layanan fumigasi, pemeriksaan kulit garaman, hingga penggunaan Container Scanner untuk keamanan operasional.

Menuju Operator Kelas Dunia
Upaya penguatan kapabilitas internal ini merupakan bagian dari transformasi Pelindo dan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Group. Dengan pengelolaan data yang terstruktur dan pelaporan yang transparan, TPS berkomitmen menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegrasi dan operator terminal berkelas dunia. (YFN)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News