PT Terminal Teluk Lamong Borong Dua Penghargaan di Anugerah BUMN Award 2026

oleh -280 Dilihat

KILASJATENG.ID – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali mempertegas posisinya sebagai pionir modernisasi pelabuhan di Indonesia. Anak usaha Pelindo ini sukses menyabet dua penghargaan bergengsi dalam ajang 15th Anugerah BUMN Award 2026 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (10/3).

Dua kategori penghargaan yang berhasil dibawa pulang adalah:

1. Anak Perusahaan BUMN Terbaik kategori Transformasi Digital.

2. Best CEO kategori Leading Change and Innovation yang dianugerahkan kepada Direktur Utama TTL, David P. Sirait.

Standar Baru Tata Kelola BUMN
Ketua Dewan Juri Anugerah BUMN 2026, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., menjelaskan bahwa penilaian tahun ini berfokus pada fase baru transformasi BUMN. Menurutnya, perusahaan tidak lagi hanya dinilai dari kepatuhan (compliance), tetapi juga pada integrasi sistem, transparansi, dan manajemen risiko yang adaptif.

Baca Juga  IHSG Naik 1,41 Persen, Ditutup di Level 7.440

“BUMN harus mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. Tidak hanya berorientasi profit, tapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional,” ujar Arief.

Inovasi Digital: Bukan Sekadar Teknologi
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menyatakan bahwa penghargaan ini adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh insan perusahaan. Ia menekankan bahwa transformasi di TTL melampaui sekadar adopsi perangkat lunak.

“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, melainkan perubahan budaya kerja untuk menghadirkan layanan unggul. Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk menjaga daya saing di tengah dinamika industri logistik,” ungkap David.

Strategi TTL saat ini berfokus pada dua sistem utama yang menjadi pilar efisiensi:

Terminal Booking System (TBS): Sistem digital untuk mengatur jadwal kedatangan truk secara terencana. Hasilnya, antrean di area terminal berkurang drastis dan arus logistik di gerbang terminal menjadi lebih lancar.

Baca Juga  Laba Astra International Turun Tipis ke Rp32,8 Triliun pada 2025, Bisnis Jasa Keuangan & Agribisnis Jadi Penopang

Berthing Priority System: Inovasi perencanaan sandar kapal yang transparan. Menariknya, TTL menjadi satu-satunya pengelola terminal curah kering di Indonesia yang menerapkan sistem ini, memberikan kepastian sandar bagi pengguna jasa.

Integrasi Logistik Jawa Timur
Selain inovasi internal, TTL terus memperkuat digital resilience melalui integrasi sistem operasional antar terminal yang berada di bawah pengelolaannya, yaitu Terminal Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam.

Langkah integrasi ini diharapkan mampu memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai simpul logistik nasional yang efisien, andal, dan berstandar global. (JQY)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News