Bantu Pemasaran Produk, BI Solo Pertemukan Langsung 100 UMKM dengan Buyer di Temu Bisnis

oleh -319 Dilihat
Pelaku UMKM Kota Solo memberikan penjelasan produk miliknya kepada calon buyer dalam Temu Bisnis UMKM di Swiss Belinn Saripetojo Solo, Selasa 18 Juli 2023.
Pelaku UMKM Kota Solo memberikan penjelasan produk miliknya kepada calon buyer dalam Temu Bisnis UMKM di Swiss Belinn Saripetojo Solo, Selasa 18 Juli 2023. (foto: dok BI Solo)

KILASJATENG.ID– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwI) Solo atau BI Solo mempertemukan 100 pelaku UMKM langsung dengan buyer potensial untuk membantu memasarkan produk yang dimiliki. 

Kepala KPwBI Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, dengan mempertemukan langsung pelaku UMKM dengan buyer potensial diharapkan bisa membantu memperluas pemasaran produk UMKM baik di Kota Solo maupun di wilayah Solo Raya. 

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Temu Bisnis UMKM kerjasama antara Bank Indonesia Solo dan Pemkot Solo khususnya Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UMKM) dengan mempertemukan 100 pelaku UMKM dengan buyer,” ujarnya usai pembukaan Temu Bisnis UMKM di Swiss Belinn Saripetojo Solo, Selasa 18 Juli 2023.

Ia menambahkan, dari 100 UMKM yang mengikuti kegiatan Temu Bisnis tersebut 50 diantaranya merupakan UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Solo dan 50 lainnya merupakan binaan BI Solo. 

“Dimana ada dari mereka yang sebagian sudah ada yang ikut ekspor ke Perancis beberapa waktu lalu. Jadi ini merupakan kegiatan yang berkesinambungan khususnya untuk mengembangkan kapasitas dan assessment marketing,” jelas Joko. 

Ditambahkan Kepala Dinkop dan UMKM Kota Solo, Wahyu Kristina. Selama ini UMKM yang merupakan binaan Pemkot Solo memang selalu diberikan akses pemasaran selain pelatihan-pelatihan untuk mendorong mereka naik kelas. 

“Hari ini bagaimana kita mendorong UMKM untuk bisa memasukkan produknya ke pengusaha besar. Seperti toko oleh-oleh, hotel, restoran, rumah makan hingga supermarket. Ini bagian dari upaya kita kolaborasinya dengan BI untuk bagaimana UMKM ini nantinya bisa naik kelas,” paparnya. 

Dalam kegiatan tersebut terdapat 15 buyer potensial yang diketemukan langsung dengan 100 UMKM di Solo Raya yang sudah dikurasi untuk kelayakannya. Baik dari sisi perizinan maupun sertifikasi yang dimiliki. 

Baca Juga  Anggaran Rp335 triliun untuk MBG dinilai paling menguntungkan UMKM

“Sudah punya NIB kemudian juga PIRT dan tentunya Halal ya kalau untuk makanan. Intinya semua yang ikut Temu Bisnis UMKM hari ini sudah kita kurasi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota (Wawali) Solo, Teguh Prakosa mengatakan dengan dibantu untuk bisa memasarkan produknya lebih luas lagi diharapkan para UMKM ini bisa naik kelas dan jika sudah mencapai hal tersebut maka akan lebih mudah untuk memasarkan sendiri produknya.

“Tentunya dengan catatan mampu menjaga kualitas dan juga packaging sehingga lebih menarik,” kata Teguh.* 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News