Tingkatkan Kualitas Hidup Warga, PT Djarum Renovasi 10 Rumah di Wonogiri Jadi Layak Huni

oleh -3 Dilihat
Penyerahan bantuan renovasi rumah sendiri dihadiri Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan kecamatan dan desa penerima manfaat serta warga yang mendapatkan bantuan di Pendopo Kantor Bupati Wonogiri, Kamis 27 Agustus 2026. (Foto: Putri Sejati)
Penyerahan bantuan renovasi rumah sendiri dihadiri Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan kecamatan dan desa penerima manfaat serta warga yang mendapatkan bantuan di Pendopo Kantor Bupati Wonogiri, Kamis 27 Agustus 2026. (Foto: Putri Sejati)

KILASJATENG.ID PT Djarum kembali menunjukkan komitmennya untuk membantu program pemerintah terkait percepatan pengentasan kemiskinan ekstrim dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah sederhana layak huni (RSLH) di Kabupaten Wonogiri. 

Kali ini sebanyak 10 rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Desa Minggarharjo dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri yang mendapatkan bantuan pembiayaan pembangunan dengan anggaran mencapai Rp 70 juta, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat dari PT Djarum.

Penyerahan bantuan renovasi rumah sendiri dihadiri Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan kecamatan dan desa penerima manfaat serta warga yang mendapatkan bantuan di Pendopo Kantor Bupati Wonogiri, Kamis 27 Agustus 2026.

General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto mengatakan, dalam pembangunan rumah pihaknya mengedepankan tiga aspek utama. Yakni keamanan, kenyamanan dan kesehatan. Karena itu, konstruksi rumah dibangun kuat agar dapat dihuni dalam jangka panjang. Sedangkan dari sisi kenyamanan, tata ruang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga penerima manfaat mencakup jumlah kamar berdasarkan banyaknya anggota keluarga. Rumah yang dibangun juga dilengkapi dengan sistem sanitasi, air bersih, pencahayaan serta sirkulasi yang memadai untuk mendukung pola hidup bersih dan sehat.

“Tidak semua keluarga memiliki kemampuan untuk membangun atau memperbaiki rumahnya sendiri, karena itu melalui Program RSLH kami ingin membantu masyarakat yang memang membutuhkan agar memiliki tempat tinggal yang layak. Semua telah dipersiapkan secara matang, mulai dari struktur bangunan hingga fasilitas pendukung di dalamnya. Karena dengan rumah yang aman, nyaman dan sehat, kami berharap mereka bisa lebih produktif sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupannya menjadi lebih baik,” ujar Budiharto.

Baca Juga  Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat

Adapun titik rumah yang mendapatkan bantuan Program RSLH PT Djarum, Budi mengatakan, semuanya berasal dari usulan Pemkab Wonogiri dan dilakukan verifikasi oleh PT Djarum untuk memastikan bantuan diberikan tepat sasaran.

“Dalam Program RSLH ini kami melakukan intervensi secara menyeluruh, sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya. Selain itu, agar semangat gotong royong tetap terjaga, masyarakat sekitar turut terlibat untuk membantu kebutuhan pembangunan. Setelah rumah selesai dibangun, kami juga tetap menghadirkan nilai kebersamaan melalui tradisi selamatan bersama penerima manfaat dan lingkungan sekitar sebagai bentuk rasa syukur atas hunian baru yang telah ditempati,” kata Budi.

Ia memaparkan, Program RSLH merupakan salah satu program sosial PT Djarum dalam mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang aman, nyaman dan sehat. Sejak 2022 hingga 2025, sebanyak 626 hunian layak telah direalisasikan kepada masyarakat di berbagai daerah di Jawa Tengah antara lain, Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara hingga Purbalingga.

Memasuki 2026, pembangunan dan renovasi hunian dilanjutkan dengan menyasar sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Sebanyak 128 rumah di Kudus telah rampung direnovasi dan ditempati oleh pemiliknya. Begitu pula di Brebes terdapat 10 unit diserahkan, sementara di Salatiga sebanyak 12 rumah selesai direnovasi dan dibangun ulang. Kini, di Wonogiri ada 10 rumah yang mendapatkan bantuan untuk dibangun ulang.

Program RSLH PT Djarum sendiri mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno. Ia berharap apa yang dilakukan PT Djarum dapat mendorong peningkatan kesejahteraan warga serta menghadirkan kehidupan yang lebih layak. Program ini dinilai selaras dengan visi Pemerintah dalam penyediaan tiga juta unit rumah untuk masyarakat dalam langkah memerangi kemiskinan ekstrem.

“Program Rumah Sederhana Layak Huni dari PT Djarum bukan hanya membangun fisik rumah, tetapi juga kehidupan dan harapan masyarakat khususnya kelompok rentan. Penyediaan Rumah Layak Huni menjadi tanggung jawab bersama dimana tersedianya hunian yang layak menjadi satu indikator keberhasilan pembangunan. Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal layak. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Djarum atas kontribusi nyata yang konsisten dalam membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi membangun masyarakat yang lebih bersih, sehat dan produktif,” ucapnya mewakili Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. 

Baca Juga  Semarak HUT ke-81 RI, TTL Bangun Kebersamaan Lewat Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

Sementara itu, salah satu penerima manfaat program RSLH, Gembong Rahmanto mengaku bersyukur akhirnya dapat menempati hunian yang lebih layak. Sebelum direnovasi, rumah milik buruh tani asal Dusun Bero, Desa Minggarharjo ini jauh dari kata layak. Sebab lantainya masih tanah dengan dinding kayu dan anyaman bambu serta atap dan genteng yang tidak rapat. Sehingga jika musim hujan air merembes masuk ke dalam rumah sehingga tidak nyaman untuk ditinggali.

“Saat musim dingin, udaranya masuk karena atap tidak rapat. Apalagi saat hujan, ada tetesan air dari atas dan air dari parit (resapan) bisa merembes ke lantai tanah membuat rumah menjadi lembab. Sekarang, alhamdulilah mendapat rumah baru dari PT Djarum, lebih rapi, dindingnya kokoh, lantainya pun keramik, lalu atapnya sudah bagus dan tidak bocor lagi. Jadi tidur lebih enak, tidak kedinginan, bisa belajar dan beribadah dengan nyaman. Bentuk rumahnya bagus, cahaya matahari bisa masuk ke dalam rumah jadi tidak lembab. Semoga PT Djarum dapat terus membantu keluarga yang belum memiliki rumah yang layak,” ucapnya.*

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News