IHSG Naik 0,67 Persen di Awal Perdagangan, Investor Diminta Cermati Profit Taking

oleh -204 Dilihat

KILASJATENG.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (21/7/2026) di zona hijau. Pada pembukaan sesi pertama, IHSG menguat 41,79 poin atau 0,67 persen ke level 6.273,57 dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Meski dibuka menguat, pergerakan indeks diperkirakan masih akan dibayangi aksi ambil untung (profit taking) dari investor setelah penguatan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir.

Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dengan menguji level resistansi di kisaran 6.250 hingga 6.300. Namun, pelaku pasar tetap diminta mencermati potensi tekanan jual yang dapat membatasi laju kenaikan indeks.

“IHSG berpotensi menguji level resistansi pada 6.250-6.300, tetapi perlu diwaspadai adanya potensi profit taking,” tulis Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa (21/7/2026).

Sebelumnya, pada perdagangan Senin (20/7/2026), IHSG ditutup menguat 0,91 persen ke level 6.231,78. Penguatan tersebut didukung oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing yang mencapai Rp156,57 miliar.

Sejumlah saham menjadi incaran investor asing pada perdagangan sebelumnya, di antaranya TPIA, BRPT, BBRI, BNBR, dan DEWA.

Menurut Phintraco Sekuritas, pasar saham domestik masih mampu menunjukkan ketahanan di tengah berbagai sentimen global yang membayangi pergerakan bursa. Beberapa faktor eksternal yang menjadi perhatian investor antara lain meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta kekhawatiran terhadap tingginya valuasi saham-saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Di sisi lain, pasar domestik memperoleh sentimen positif setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil.

Baca Juga  PGN Suplai Gas Bumi ke Pabrik Baru PT Roda Pasifik Mandiri di Semarang, Dukung Industri Ramah Lingkungan

Keputusan lembaga pemeringkat internasional tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan berpotensi memperkuat optimisme investor di pasar keuangan domestik.

Meski demikian, Phintraco Sekuritas mengingatkan masih terdapat sejumlah risiko eksternal yang perlu diwaspadai. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi memperkuat nilai tukar dolar Amerika Serikat sekaligus memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed).

Kondisi tersebut diperkirakan masih akan menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek, sehingga pelaku pasar disarankan tetap mencermati perkembangan sentimen global maupun domestik sebelum mengambil keputusan investasi. (FWA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News