Tingkatkan Layanan dan Responsif Kepadatan, Pelindo Bersama ALFI Jatim Perkuat Sinergi Ekosistem Logistik

oleh -242 Dilihat

KILASJATENG.ID – Perencanaan strategis memegang peranan krusial dalam mengelola bisnis yang berkelanjutan. Bagi perusahaan di industri kepelabuhanan, menentukan arah strategis bukan hanya tentang memburu keuntungan komersial, melainkan bagaimana menyelaraskannya dengan peningkatan level of service (tingkat pelayanan) dan level of safety (tingkat keselamatan) secara bersamaan.

Guna menjaring data dan informasi demi mewujudkan peningkatan tersebut, metode Voice of Customers menjadi instrumen penting. Mendengar langsung Customers’ Experience, memahami tantangan di lapangan, sekaligus mendapatkan respons terhadap upaya perbaikan, menjadi kunci utama yang dapat digali melalui forum diskusi bersama.

Semangat kolaborasi inilah yang diusung oleh PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Mereka menggelar forum Coffee Morning bersama Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur di Arcadia Hotel, Surabaya, pada Rabu (20/5).

Forum diskusi ini secara khusus membidik penguatan komunikasi, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor. Tujuannya adalah menciptakan sistem operasional kepelabuhanan yang lebih terintegrasi, efisien, dan adaptif terhadap dinamika industri logistik yang terus berkembang pesat.

Kolaborasi Menyeluruh, Bukan Kerja Sendiri
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan di terminal petikemas sebagai bagian dari ekosistem pelabuhan tidak dapat dilakukan secara parsial atau terpisah oleh masing-masing pihak. Pelibatan ekosistem logistik secara menyeluruh dinilai akan memperkuat sekaligus mempercepat pencapaian target bersama.

Baca Juga  Usung Tema 'Harmony of Ocean', Mobil Hias Pelindo Memukau di Surabaya Vaganza 2026

“Pelabuhan merupakan ekosistem yang melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu, peningkatan layanan membutuhkan kolaborasi dan komunikasi yang kuat antara operator, pengguna jasa, pelaku logistik, perusahaan pelayaran, serta stakeholder terkait lainnya,” ujar Erika.

Responsif Terhadap Kepadatan dan Masa Penumpukan
Dalam forum yang berlangsung konstruktif tersebut, isu kepadatan aktivitas terminal petikemas dan masa penumpukan kontainer menjadi salah satu topik hangat, seiring dengan terus melonjaknya volume arus barang.

Erika menjelaskan bahwa tantangan ini tidak hanya bertumpu pada kapasitas infrastruktur fisik, melainkan pada efisiensi sistem di balik layar. Kedisiplinan semua pihak untuk berkomitmen mematuhi aturan juga berperan signifikan sebagai solusi atas isu kepadatan tersebut.

“Tantangan kepadatan juga dipengaruhi oleh efektivitas sistem pelayanan, kecepatan administrasi, sinkronisasi data, hingga kedisiplinan proses operasional di lapangan. Kondisi ini menuntut pola operasional yang lebih responsif serta penguatan koordinasi lintas entitas dan instansi,” tambah Erika.

Selain aspek operasional fisik, forum ini juga mendorong pentingnya transformasi budaya kerja di ekosistem pelabuhan. Budaya kerja baru diharapkan lebih adaptif, responsif terhadap perubahan, dan berorientasi pada pelayanan prima (service excellence) guna mendongkrak daya saing ekosistem logistik nasional di kancah global.

Dorong Digitalisasi dan Standardisasi Layanan
Aspirasi positif turut mengalir dari para pelaku usaha yang hadir. Perwakilan anggota DPW ALFI Jatim memanfaatkan momentum ini untuk memberikan masukan strategis terkait kondisi riil di lapangan.

Baca Juga  Ditopang Proyek Pemerintah, Pertumbuhan Kredit Perbankan Diminta Lebih Organik

Berdasarkan diskusi tersebut, terdapat tiga poin penting yang disepakati untuk ditindaklanjuti bersama:

Standardisasi Layanan: Menyamakan standar kualitas pelayanan di seluruh lini bongkar muat.

Optimalisasi Lapangan Penumpukan: Mengatur utilisasi area penumpukan agar lebih efektif guna mencegah terjadinya hambatan (bottleneck).

Konsistensi Sistem Digital: Memastikan integrasi dan keandalan sistem digital dengan maksud memangkas birokrasi serta waktu tunggu (dwelling time).

Komitmen Bersama untuk Keberlanjutan
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk melakukan evaluasi berkala. Melalui sinergi yang solid, Pelindo dan ALFI Jatim optimistis mampu mewujudkan transformasi operasional pelabuhan yang kompetitif, efisien, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, pihak pengelola terminal menyatakan akan terus melakukan evaluasi, perbaikan proses operasional, penguatan koordinasi layanan, optimalisasi fasilitas pelabuhan, serta peningkatan pemanfaatan sistem digital demi pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan efisien.

Di sisi lain, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur beserta para pengguna jasa juga menyatakan komitmen serupa. Mereka siap mendukung kelancaran operasional pelabuhan dengan meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur layanan, mengoptimalkan perencanaan logistik, mempercepat proses administrasi, serta memperkuat komunikasi dengan operator terminal maupun instansi terkait. (OEV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News