Perayaan Hari Tari Dunia, Sembilan Penari Bakal Menari 24 Jam di ISI Solo

oleh -5 Dilihat
Memperingati Hari Tari Dunia yang jatuh pada 29 April mendatang, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta atau ISI Solo akan kembali menghadirkan event “Menari 24 Jam”. (Foto: Putri Sejati)
Memperingati Hari Tari Dunia yang jatuh pada 29 April mendatang, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta atau ISI Solo akan kembali menghadirkan event “Menari 24 Jam”. (Foto: Putri Sejati)

KILASJATENG.ID- Memperingati Hari Tari Dunia yang jatuh pada 29 April mendatang, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta atau ISI Solo akan kembali menghadirkan event “Menari 24 Jam” yang akan didukung ribuan penari baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Ketua Pelaksana Menari 24 Jam ISI Solo, Eko Supendi mengatakan, sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini pun akan ada dua model bentuk pertunjukan. Yakni pertunjukan tari 24 jam dan menari 24 jam nonstop.

“Untuk pertunjukan menari 24 jam nonstop tahun ini ada sembilan penari, yang akan menari selama 24 jam, yakni mulai Rabu 29 April 2026 setelah resmi dibuka oleh Rektor ISI Solo pada pukul 06.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB keesokan harinya,” ujarnya dalam jumpa pers yang digelar di Teater Kecil ISI Solo, Jumat 24 April 2026.

Adapun sembilan penari yang akan menari 24 jam nonstop tersebut adalah Fachry Destyanto Matiawa asal Papua, Sri Cicik Handayni asal Sumenep Madura, Dani S Budiman asal Cilacap, Farah Aini Astuti asal Jakarta, Muhammad Mughni Munggaran asal Bandung, Sekar Tri Kusuma asal Solo, Irfan Nur Machmudi asal Surabaya dan Adif Marhaendra asal Wonogiri.

“Sembilan penari ini akan menantang tubuhnya untuk menari selama 24 jam nonstop. Bahkan saat makan mereka akan tetap menari dengan gerakan sedemikian rupa,” ungkap Eko.

Selain sembilan penari yang akan menari selama 24 jam nonstop, selama event berlangsung juga akan digelar pertunjukan tari selama 24 jam pula. Eko memaparkan ada 54 sanggar tari yang sudah terdaftar sebagai pengisi acara dengan jumlah penari mencapai sekitar 3.000 orang.

“Dari 54 peserta ada tiga kelompok yang berasal dari luar negeri, yakni dari Amerika Serikat, Jerman dan Singapura. Sedangkan untuk venue pertunjukan mulai dari Pendopo, Teater Kecil, Teater Besar hingga Teater Terbuka yang biasa kita sebut Teater Kapal,” paparnya.

Ditambahkan, Ketua Umum 24 Jam Menari ISI Solo, Prof. Dr. Maryono. Event yang tahun ini mengangkat tema “Tanpa Batas: Menembus ini Medan Budaya” itu menjadi momentum istimewa karena menandai 20 tahun keberlangsungan event tari yang menjadi ikon perayaan berskala nasional hingga internasional.

“Helatan Hari Tari Dunia 24 Jam Menari ISI Surakarta, diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan yang terbuka bagi para penari, koreografer, pegiat seni, dan masyarakat untuk saling berbagi gagasan, pengalaman, dan beragam kemungkinan. Dengan demikian, 24 Jam Menari ISI Surakarta tidak hanya menjadi perayaan melainkan momentum refleksi akademis tentang peran tari sebagai fenomena antropologis dan sosiologis yang melampaui batas-batas geografis,” ujarnya.

Baca Juga  Melawan Arus, Penjualan Suzuki Melonjak 30,3% di Kuartal I-2026

Sementara itu, salah satu penari yang akan menari 24 jam nonstop, Adif Marhaendra mengatakan, keterlibatannya kali ini merupakan bentuk terima kasih dirinya kepada semua pihak yang telah mengajarkan tari dan pelajaran hidup selama ini.

“Saya tahu event Menari 24 Jam sejak SMA, karena setiap tahun saya selalu datang untuk menyaksikannya di ISI Solo. Saya tidak pernah kepikiran jika akhirnya akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi penari 24 jam. Karena dulu saya selalu kagum dengan para penari ini karena bisa menari selama itu. Jadi momen ini bagi saya seperti keberuntungan yang diberikan dari Tuhan bagi saya untuk bisa menari selama 24 jam nonstop,” pungkasnya.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News