Puluhan Lansia dan Balita Dievakuasi, Banjir Rendam Ratusan Rumah di Sukoharjo

oleh -2 Dilihat

KILASJATENG.ID – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Soloraya sejak Selasa sore hingga Rabu dini hari, 15 April 2026. Puluhan warga lanjut usia (lansia) dan balita terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Evakuasi dilakukan di Desa Gentan, Kecamatan Baki, pada Rabu pagi, setelah permukiman warga terendam banjir akibat luapan anak Sungai Bengawan Solo.
Selain mengevakuasi warga rentan, banjir juga merendam ratusan rumah dan menggenangi sejumlah ruas jalan. Air bahkan masuk hingga ke dalam rumah warga dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.

Salah satu warga terdampak, Wiwid, mengatakan air mulai masuk ke rumahnya sejak Selasa petang seiring meningkatnya intensitas hujan.

“Air mulai masuk sejak sore kemarin karena hujan deras. Semua ruangan di rumah saya terendam, bahkan perabot rumah tangga juga ikut tergenang,” ujar Wiwid.

Ia menyebut, banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan kejadian sebelumnya, meskipun wilayah tersebut kerap dilanda banjir.

“Biasanya memang sering banjir, tapi tidak separah ini. Kali ini airnya cukup tinggi sampai selutut orang dewasa,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, Wiwid bersama orang tuanya yang sudah lanjut usia memilih untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

“Akhirnya saya dan orang tua minta dievakuasi. Sekarang mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Relawan Kebencanaan Kecamatan Baki, Sentot Maryanto, menjelaskan bahwa proses evakuasi telah dilakukan sejak Selasa malam.

“Kami bersama relawan dan BPBD Sukoharjo sudah mengevakuasi sekitar 30 warga lansia dan balita sejak tadi malam,” kata Sentot.

Menurutnya, sebagian besar warga dievakuasi karena terisolasi akibat banjir, serta adanya warga yang dalam kondisi sakit dan membutuhkan penanganan segera.

Baca Juga  Pastikan Kelancaran Distribusi Elpiji, Gubernur Luthfi Tinjau Langsung SPPBE di Karanganyar

“Rata-rata mereka terisolasi karena akses terputus. Ada juga warga yang sakit sehingga harus segera dievakuasi,” jelasnya.

Para warga yang dievakuasi sementara ditempatkan di lokasi yang lebih aman, seperti Balai Desa Gentan dan sejumlah masjid di sekitar wilayah tersebut.

Selain itu, Sentot menyebut ratusan rumah warga terdampak banjir dan beberapa akses jalan tidak dapat dilalui akibat genangan air dari luapan anak Sungai Bengawan Solo.

“Data sementara, ada ratusan rumah yang terendam. Beberapa jalan juga terputus karena tergenang air,” ujarnya.

Ia menambahkan, banjir kali ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang tidak mampu ditampung oleh sistem drainase yang ada.

“Ini murni karena hujan deras dengan intensitas tinggi, ditambah drainase yang kurang berfungsi sehingga air meluap,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News