Dorong Ekonomi Kreatif, 176 Perajin Batik DIY Ditargetkan Bersertifikat

oleh -3 Dilihat

KILASJATENG.ID– Industri batik DIY terus didorong naik kelas melalui penguatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu langkah strategis dilakukan lewat pelatihan berbasis kompetensi bagi perajin, yang digelar pada 13–17 April 2026 di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kulit, Karet, dan Plastik Yogyakarta.

Program ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah daerah bersama DPRD DIY dalam mengembangkan batik DIY sebagai tulang punggung ekonomi kreatif daerah. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga memastikan pelaku usaha memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY, Iwan Pramana, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang berbeda dari pelatihan biasa. Peserta akan mengikuti skema berbasis kompetensi, termasuk proses sertifikasi resmi.

“Pelaku batik DIY nantinya akan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebagai bukti kemampuan yang diakui secara nasional,” ujarnya.

Tingkatkan Efisiensi dan Nilai Jual Batik DIY

Menurut Iwan, peningkatan kompetensi perajin batik DIY akan berdampak langsung pada efisiensi produksi. Dengan keterampilan yang lebih terstandar, pelaku usaha dapat menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas.

Efisiensi ini pada akhirnya mendorong peningkatan nilai jual produk batik DIY di pasar. Dengan kualitas yang lebih baik, produk batik dari Yogyakarta diharapkan mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

“Ketika kualitas naik dan biaya produksi lebih efisien, maka daya saing batik DIY otomatis meningkat,” tambahnya.

Baca Juga  Robin Gosens Menangkan Fiorentina, La Viola Jauhi Zona Merah

Tak Hanya Produksi, Limbah Batik DIY Juga Dikelola

Menariknya, pelatihan ini tidak hanya membahas teknik pembuatan malam batik, tetapi juga pengelolaan limbah produksi. Hal ini menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan industri batik DIY.

Pengolahan limbah bahkan diarahkan agar memiliki nilai tambah, termasuk potensi pemanfaatannya untuk mendukung sektor pariwisata berbasis kreatif di Yogyakarta.

Langkah ini dinilai penting agar industri batik DIY tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan.

Target 176 Pelaku Batik DIY Bersertifikat

Pada tahun 2026, Pemerintah Daerah DIY menargetkan sebanyak 176 pelaku ekonomi kreatif, termasuk perajin batik DIY, memperoleh sertifikasi kompetensi.

Program ini mendapat dukungan penuh dari DPRD DIY, baik dari sisi perencanaan maupun penganggaran. Anggota Komisi B DPRD DIY, Rifki Listianto, menyatakan komitmennya dalam memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, batik DIY menjadi salah satu subsektor penting yang menopang perekonomian daerah, sehingga perlu didukung secara berkelanjutan.

“Kami telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk berbagai program, termasuk pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku batik DIY,” jelasnya.

Batik DIY Siap Bersaing di Pasar Global

Dengan adanya pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi resmi, perajin batik DIY diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pasar.

Transformasi ini menjadi kunci agar batik DIY tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang sebagai produk unggulan yang memiliki daya saing global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News